Archives November 2015

Indera Penciuman Sidat

KARENA IA (SIDAT) MENGGUNAKAN INDERA PENCIUMANNYA UNTUK MENCARI MAKAN

sidatPakan salah satu aspek yang sangat krusial pada fase pembesaran, para sidaters dan labasers yang sudah mulai melakukan kegiatan pemeliharaan hewan yang sama-sama kita banggakan bersama (karena asli Indonesia) dengan nilai gizi sidat dan harga sidat yang cukup ekonomis pastinya memerlukan apa yang disebut PAKAN sebagai asupan nutrisi yang menjadi sebab sidat ini tumbuh dan berkembang. Pagi hari yang cerah ini coba kita bahas aspek yang cukup krusial dalam pemeliharaan ikan sidat khususnya pada kegiatan pembesaran yaitu PAKAN dan ATRAKTAN.

Pada kegiatan budidaya (pemeliharaan hewan) dibutuhkan pakan sebagai sumber energy untuk metabolisme tubuh hingga pertumbuhan. Ada perbedaan tentunya dengan manusia, karena pada manusia istilah tersebut biasa kita kenal pangan bukan pakan. Jadi jangan sampai tertukar ya antara pangan dan pakan karena konotasinya menjadi kurang pas dan cenderung negatif bila salah penggunaannya. Istilah ini juga menjadi penting karena biasanya para formulator pakan akan mencari bahan baku pakan yang bukan bahan baku pangan atau sedikit sekali digunakan dan dikonsumsi oleh manusia, sehingga tidak terjadi kompetisi penggunaan bahan baku pakan. Ketika membuat pakan yang bahan bakunya juga digunakan dalam pangan (dengan kata lain ada kompetisi penggunaannya) maka harga bahan baku tersebut menjadi tinggi. Hal ini tentunya berdampak pada cost produksi pakan yang menjadi tinggi, alih-alih digunakan dalam pakan yang notabene untuk hewan lebih baik untuk manusia (biasanya kepentingan manusia lebih diutamakan) jadi lebih baik mengurangi penggunaannya atau bahkan mensubtitusikannya dengan bahan lain. Wah jadi cukup panjang tentang istilah pakan dan pangan, kami berharap sidaters dan labasers memiliki pemahaman yang benar terhadap hal tersebut. Di dalam pakan ada komponen yang cukup penting yaitu atraktan yang membantu merangsang ikan untuk mengirimkan impuls ke system saraf yang ada di otaknya “Ya itu pakan dan makanlah”. MasyaAllah sampai ikan mau makan saja prosesnya begitu kompleks dan luar biasa bagi orang yang memahaminya.

Sambil menikmati teh hangat mudah-mudahnya membuat anda rileks dan terus menikmati sajian kami selanjutnya……

Secara biologi ikan memiliki indera-indera yang membantunya untuk mendapatkan makanan. Indera penciuman (olfaktori) dan indera perasa (gustatori) berpengaruh terhadap kebiasaan makan ikan. Olfaktori merupakan indera jarak jauh bertugas memberikan isyarat untuk mendekati makanan sedangkan Gustatori merupakan indera jarak dekat yang memegang peranan penting dalam keputusan menerima atau menolak makanan.

Ada Tiga fase dalam mencari makan :

  1. Pengenalan makanan
  2. Mencari lokasi makanan
  3. Pakan dikonsumsi (Hertramp, 2000).

Pada ikan sidat indera olfaktori (penciuman) lebih dominan digunakan dalam mencari makan (Tesch, 1977), sehingga ini menjadi salah satu pengetahuan yang membantu dalam rekayasa teknologi pakan sidat.

sidat

Gambar Indera Penciuman Sidat (Olfactory) (Tesch, 1977)

Aroma pakan ditentukan oleh jenis dan jumlah atraktan yang ditambahkan selama proses pembuatan pakan. Penambahan atraktan dimaksudkan untuk merangsang ikan guna mendekati dan mengkonsumsi pakan yang diberikan. Penambahan atraktan dengan jenis dan jumlah yang tepat akan meningkatkan konsumsi pakan sehingga meningkatkan pula pertumbuhan ikan.

sidatInilah yang menjadi alasan dalam proses penangkapan sidat (eel catching) diberikan umpan yang berbau amis (sebagai atraktan) sehingga menggiring ikan dengan mudah bisa ditangkap. Dalam pakan juga sebaiknya mengaplikasikan pengetahuan biologi yang sudah Allah ungkap (maksudnya atraktan) sehingga proses adaptasi pakan terhadap ikan yang baru saja ditangkap menjadi lebih mudah.

Pakan yang memiliki atraktan yang baik akan lebih mudah dikenal oleh sidat sebagai pakan sehingga penerimaan sidat terhadap pakan atau bahasa kerennya palatabilitas pakan menjadi meningkat yang selanjutnya dapat mendukung pertumbuhan sidat yang anda pelihara.

Demikian sajian kami kali ini semoga bisa menambah wawasan dan ilmu anda tentang persidatan dan lebih bisa mendalami sense of eel culture sehingga proses budidaya yang anda lakukan bisa berhasil insyaAllah. Terus ikuti informasi dan ilmu perkembangan Sidat di web kesayangan anda minggu depan InsyaAllah.

Bogor, 26 November 2015 dihari yang cerah diiringi gemercik air yang mengalir

Farm SIDAT LABAS

Better Eel for Better Life

Pustaka

Hertrampf, J.W. dan Pascual, F.P. 2000. Handbook on Ingredients for Aquaculture Feeds. Kluwer Academic Publisher. London. 573p.

Tesch. S.W. 1977. The Eel Biology and Management of Anguillid Eels. Ed. Chapman and Hall. 435 p.

RSKKNI Pembesaran Sidat

Konvensi RSKKNI Bidang Pembesaran Sidat

Kita akan coba kupas pada sajian kali ini terkait perkembangan kebijakan pemerintah terkait standar nasional indonesia tentang sidat. Informasi ini menjadi cukup penting agar kita juga mengetahui perkembangan sidat dari sisi kebijakan. Kami sidat labas berharap akan tercipta sinergitas antara pengusaha, pemerintah (dalam hal ini Kementerian Kelautan Perikanan) serta para akademisi dan peneliti sidat yang ada di Indonesia.

Tetap fokus dan santai untuk bisa menikamati sajian kami kali ini yang coba kami ceritakan dengan lugas dan padat namun renyah, agar mudah untuk dipahami.

Secangkir teh hangat cukup bisa membuat anda rileks untuk tetap fokus menikmati sajian kami.

RSKKNI Baik kita langsung saja, tepat pada tanggal 29 Oktober 2015, kami PT Laju Banyu Semesta diundang oleh Kementrian Kelautan Perikanan Konvensi RSKKNI (Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) Bidang Pembesaran Sidat. Acara ini merupakan rangkaian acara penyusunan RSKKNI yang memasuki tahap konvensi,jadi sebelum acara ini diadakan sudah terlebih dahulu dilakukan penyusunan hingga tahap konvensi.

Tujuan dari penyusunan RSKKNI ini adalah membuat standar kompetensi kerja nasional dalam bidang pembesaran ikan sidat. Jadi standar kemampuan yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia yang akan melakukan kegiatan pembesaran sidat (Eel culture ability).

Standar ini dibuat untuk menghadapi tantangan arus bebas tenaga kerja yang terampil di wilayah ASEAN, sebagai persiapan untuk menghadapi MEA 2016 (Masyarakat Ekonomi Asean). Jadi nanti tenaga kerja dan perdagangan di wilayah ASEAN menjadi bebas keluar dan masuk ke Negara-negara ASEAN.

Kita tidak berharap nanti tenaga kerja kita akan kalah dengan negara-negara ASEAN lainnya. Anda bisa bayangkan kalau nanti tukang bangunan, tukang sayur, OB dari negara Thailand, Vietnam bisa saja mereka lebih unggul karena mereka punya standar kompetensi. Maka dari latar belakang tersebut pemerintah mempersiapkan diri.

RSKKNI Nasihat kami para pemuda Indonesia,mari kita persiapkan diri-diri kita dengan ilmu dan keterampilan agar bisa memajukan bangsa ini dipentas Dunia. Jangan cuma baca web yang kurang bermutu, tidak nambah ilmu, atau bermedsos ria tanpa kenal waktu, main gadget hanya utk games dan hal yang tidak menambah hard skill dan soft skill anda. Maka anda akan tersisih dinegeri sendiri, menjadi penonton manis kesuksesan bangsa lain. Ayo bergerak, mari belajar, kunjungi website bermutu (memberi informasi, wawasan, Ilmu dunia persidatan) seperti website kesayangan anda ini ?. www.sidatlabas.com

Untuk menyususnnya acara ini dibagi menjadi dua kelompok, Tim pertama yaitu Tim Perumus yang berisi rekan-rekan dari Kementerian Kelautan Perikanan, Akademisi dan peneliti yang diwakili Prof. Ridwan Affandi, Prof. Gadis Sri Haryani, Pengusaha yang diwakili PT Labas (Farid Wiyardi, Deni Firmansyah, Angga Kurniawan), PT java suisan dan beberapa stackholder lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Tim kedua yaitu tim verifikator yang beranggotakan rekan-rekan KKP ahli bahasa yang akan mengoreksi redaksi RSKKNI.

Dalam RSKKNI pembesaran sidat ini ada 14 judul unit kompetensi yaitu :
1. Memilih Lokasi Pembesaran Ikan Sidat
2. Menentukan Kapasitas Produksi Pembesaran Sidat
3. Merancang tata letak prasarana pembesaran ikan sidat
4. menentukan sarana pemasaran ikan sidat
5. menyiapan prasaranana pembesaran ikan sidat
6. melakukan pengelolaan media pembesaran benih ikan sidat
7. melakukan pengelolaan benih ikan sidat
8. melakukan pengelolaan pakan ikan sidat
9. melakukan pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan
10. melakukan panen ikan sidat ukuran fingerling
11. melakukan monitoring dan evaluasi produksi ikan sidat
12. melakukan pengelolaan media pembesaran ikan sidat ukuran konsumsi
13. melakukan pengelolaan ikan sidat ukuran konsumsi
14. melakukan panen ikan sidat ukuran konsumsi

Mari kita bersama-sama wujudkan masyarakat indonesia yang pintar dan mandiri.

Semoga perikanan budidaya indonesia bisa terus maju.

Better Eel For Better Life
www.sidatlabas.com

Indikator Biologis Farm Sidat

Pada sajian kali ini kita coba kupas salah satu aspek penunjang kegiatan budidaya sidat, INDIKATOR BIOLOGIS. labaser sepertinya masih asing dan belum tergambar tentang aspek yang kita akan bahas kali ini, alhamdulillah berarti sajian singkat kali ini akan menambah wawasan dan pengetahuan aspek penunjang budidaya yang satu ini.

Kita akan coba bahas dari arti secara harfiah, sambil buka KBBI (merujuk agar mendapatkan informasi yang valid)

Indikator artinya sesuatu yang dapat memberikan (menjadi) petunjuk atau keterangan, sedangkan biologis bersangkutan dengan biologis

Apabila kita sambung menjadi indikator biologis kurang lebih artinya sesuatu yang memberikan petunjuk dengan menggunakan organisme biologis dalam pengoperasiannya (semoga pengertian ini memudahkan labaser memahami, Allahumma Aamiin)

Jadi indikator biologis ini digunakan dalam farm (lokasi budidaya) sebagai petunjuk atau parameter kondisi kualitas air yang masuk ke dalam farm.

sidatSumber air farm yang menggunakan sumber air permukaan sangat rentan dengan limbah rumah tangga (biasanya sabun dan deterjen), polutan, racun atau limbah pertanian.  maka diperlukan suatu mekanisme yang dapat mengontrol kondisi kualitas air yang masuk ke dalam farm. Air tersebut nanti akan digunakan dalam kegiatan pemeliharaan sidat, nah coba perhatikan kondisi farm anda apakah sama dengan yang kami jelaskan di atas??bila sama maka hendaknya para sidater menerapkannya di farmnya masing-masing (ingat ya jangan lupa).

Indikator biologis ini menjadi penting karena tidak setiap kali akuakulturis menggunakan alat kualitas air untuk pengecekan kondisi kualitas air yang masuk ke farmnya. Contoh konkrit kondisi dini hari dimana sebagian akuakulturis sedang terlelap maka ia tidak mungkin untuk menggunakan alat kualitas air untuk mengecek kondisinya, dengan adanya indikator biologis paling tidak ia mendapat gambaran kondisi kualitas air yang safety bagi ikan yang dipelihara.

sambil menikmati secangkir teh, kita lanjutkan pembahasan sajian kali ini…..

sidatIkan yang baik untuk digunakan sebagai indikator biologis adalah jenis ikan-ikan yang relatif rentan terhadap fluktuasi kualitas air seperti ikan mas, ikan hias koki (kurang recommended dari sisi harga) atau yang sejenisnya. jenis ikan tersebut sangat rentan terhadap perubahan kualitas air yang dapat terjadi seketika.

Ketika ada racun ikan yang masuk misalnya maka ikan mas sebagai indikator akan mati
sehingga tindakan emergency dapat segera dilakukan sebagai tindakan penyelamatan terhadap sidat yang kita pelihara.

Selain jenis ikan kami merekomendasikan menggunakan akuarium sebagai wadah pemeliharaan indikator biologis farm sidat. pertimbangannya adalah agar memudahkan pengamatan ikan indikator sehingga tindakan emergency dapat segera dilakukan. tentunya akan menyelamatkan ikan sidat yang anda pelihara dari kematian.

Demikian sajian kami kali ini semoga menambah wawasan dan ilmu sidater serta labaser seantero nusantara dan dunia.

Better Eel for Better Life

13 November 2015

Di kota hujan

KAMPUNG SIDAT

Goresan Tinta Sang Direktur

Catatan kecil, SANG BURUNG PIPIT

Aku adalah burung yang tidak dipedulikan lingkungan karena badanku kecil sehingga tidak mengenyangkan bila hendak dimakan, penampilanku sangat tidak istimewa sehingga tidak layak untuk dijadikan pelengkap hiasan disangkar-sangkar yang indah dan akupun tidak memiliki  kicauan istimewa serta tidak juga dikarunia suara merdu sehingga tak pantas ikut pentas prestasi apalagi berharap jadi sang juara.

kampung sidat

Untuk seekor Burung Pipit keinginan yang besar, cita-cita yang luhur hanya bisa diukir dalam mimpi-mimpi, ada beribu-ribu mimpi yang sudah kutulis didalam daun-daun muda, kemudian daun itu menjadi tua kemudian mengering dan kemudian jatuh melayang kebumi bersama mimpiku dan menjadi kenyataan….tetapi masih banyak mimpi-mimpiku yang masih tertulis didalam daun itu….dan aku menunggunya dengan penuh harap seiring belajar untuk bersabar…………..

Catatan mimpi-mimpi

  1. Membuat lingkungan semisal Kota Madinah Almukaromah, kota penuh barokah dengan Nama “Kampung Sidat”.
  2. Kampung sidat, alternatif lingkungan yang baik bagi orang yang berusaha keluar dari dunia gelap (dzulumat) kenegeri yang terang berderang penuh cahaya (nur), yang akan berhijrah dari keburukan kearah kebaikan, yang sedang mencari kebenaran (alhaq) serta menjauhi keburukan (albathil), yang berkeinginan menanggalkan pakaian kebodohan dan beganti alim (berilmu), yang berharap mampu merubah diri dari sebutan orang orang yang salah menjadi orang yang sholeh, yang memiliki cita-cita mulia yaitu orang yang sukses didunia dan akhirat…….pada saat ini apabila kita ingin melakukan kebaikan tidaklah mudah karena lingkungan yang ada sekarang kondisinya buruk, apabila kita punya istri dan anak perempuan yg berniat berpakaian syar’i (tebal tidak tipis, longgar tidak ketat, menutup aurat sekujur tubuhnya) maka sering terlontar dari mulut-mulut orang sekitar kita “kalau mau berpakaian seperti itu…berhijrahlah ke Mekah atau Madinah!”
  3. Kampung sidat, kampung mandiri idaman para penuntut ilmu (agama,teknologi,sosial ekonomi dll), disana agama bukan sekedar wacana yang tampak ada di awang-awang tetapi selain tersedia fasilitas belajar mesjid maupun sekolah sudah tampak juga agama dalam kehidupan sehari-hari. Disini ilmu dan teknologi bisa dilihat langsung dalam kehidupan para penduduknya (teknology mesin,listrik,biology,perikan,peternakan,pertanian,lingkungan dll)
  4. Kampung sidat, kampung baroqah dengan berbagai kemudahan dalam mendapatkan income sehingga bagi penduduknya uang bukan segalanya. Selain karena penduduk kampung sidat ini adalah berprofesi sebagai pengusaha sidat yang tercatat sebagai usaha primadona (high demand & high price….high profit), kampung sidat menjadi kampung wisata (wisata pendidikan, wisata spiritual, wisata kulinrer dll) sehingga sumber penghasilan penduduk sangat banyak dan bernilai tinggi….sehingga kampung sidat dikenal juga dengan sebutan “kampung Dirham”.
  5. Kampung sidat adalah kampung yang menjadi idola para remaja gaul penggila teknology yang selalu ingin menjadi yang terdepan dan tidak mau dibilang ketinggalan jaman karena penduduknya adalah smart people yang sudah biasa dengan smartphone bahkan disana sudah terpasang WiFi berkecepatan tinggi dan bisa diakses geratis oleh semua pengguna. bedanya dengan pengguna smartphone ditempat lain, para gadgeter dikampung sidat tidak terlalu disibukan untuk mencari sesuatu disitus atau aplikasi lainnya karena sudah memiliki acara yang dibutuhkannya (agama, pendidikan, usaha, fashion, hiburan dll) dengan menonton siaran televisi  di Kampung sidat-TV yang bisa ditonton melalui smartphonnya, karena itu kampung sidat biasa dipanggil juga smart city.
  6. Kampung sidat adalah kampung yang sangat cocok sebagai kampung transit terakhir dalam rangka menunggu antrian untuk mendapat tiket menuju alam barjah. Disana sudah tersedia fasilitas sarana dan prasarana untuk memudahkan penduduknya untuk mengisi kantong-kantong amal sebagai bekal perjalanan menuju akhirat. Disana dipenuhi orang-orang sholeh yang harum yang akan menjadikan wangi orang-orang yang berdekat-dekat dengannya dan akan membuat tentram hati orang-orang yang berhubungan dengannya.
  7. Kampung sidat adalah kampung idaman orang-orang yang berharap ridho Alloh dan orang-orang berkhidmat untuk berlepas diri dari cengkraman syaithon yang penuh dengan tipu dayanya. Kampung sidat membuat hati orang-orang yang beriman tentram dan membuat hati para musuh bergetar karena risau.
  8. Kampung sidat menjadi cikal bakal perubahan peradaban kearah kebaikan.

kampung sidat

kampung sidat

 

(Deni Firmansyah, disunting dari catatan tgl 01 januari 2008)

#SilahkanShareDenganMenekanIconSosialMediaDibawah-ini 🙂

Pelatihan Budidaya Sidat dan Kemitraan November 2015

Sidat merupakan komoditas perikanan yang bernilai jual tinggi sekitar 12-15 US$/kg. sidat hidup dan disukai pasar internasional . Produksi sidat dunia pada tahun 2000 mencapai 200.000 ton dengan nilai US$ 300.000.000,- dan pada tahun 2010 mencapai 250.000 ton. Negara-negara seperti Jepang, Korea, China, Hongkong, Jerman, Italia, Amerika merupakan konsumen ikan sidatsehingga potensi ikan sidat sebagai komoditas ekspor sangat tinggi.

sidat labasDalam hal ini kami PT. Jalu Banyu Semesta akan mengadakan kembali Pelatihan dan Kemitraan budidaya ikan sidat. pendaftaran akan kami buka mulai tgl 3 November 2015.

Kami informasikan kepada calon peserta pelatihan budidaya sidat yang belum sempat mendaftarkan diri karena waktu, kuota dan animo sidater yang banyak meminta dan membutuhkan bimbingan serta pengarahan maka kami mengadakan kembali Pelatihan budidaya ikan sidat dan kemitraan. Tentunya kami juga akan berikan trik dan tips jitu agar sidaters serta labasers menjadi seorang yang baik dalam budidaya ikan sidat.

Masyarakat Sidat Indonesia dengan bangga mempersembahkan pelatihan dan kemitraan

“Budidaya ikan sidat terpadu” (Integrated eel farming)

Pemeliharaan sidat yang kami lakukan mulai dari Glass eelmarket size, pakan. Sistem dan teknologi, pakan serta processing.Sidat

Waktu   : 17- 18 November 2015
Tempat : Farm Sidat PT Laju banyu semesta (teori dan praktek) Jl.Raya Cikampak Segog                     Km 8 kp. cipicung ds. cibening kec. pamijahan Bogor

Biaya             : Rp 2.000.000
Penginapan : Rp 400.000/orang (penginapan hanya Untuk 6 orang)

pendaftaran : Bu Erni no telp 021-4304959, 4366766 fax 021-4360479

                          Megi zaenudin 085659856742

                          (Pendaftaran dapat dilakukan senin-jumat 09.00-16.00)

                          Jl.melur 3 no A5 rawa badak koja jakarta utara

No rekening : 1330012645669 bank mandiri an PT Laju Banyu Semesta

Bukti pembayaran Pelatihan dikirim ke email kami, lajubanyusemesta@gmail.com rute akses menuju perusahaan akan kami informasikan lewat email setelah konfirmasi.

Fasilitas : materi pelatihan, praktek on farm, kabayaki (sidat panggang), konsultasi bisnis                      pasca pelatihan

Note: tempat terbatas hanya untuk 20 peserta

Daftarkan segera diri anda bergabung dalam bisnis kemitraan kami. ajak sahabat dan kerabat anda. Mari kita bangun Indonesia bersama-sama. dengan sidat kita pasti bisa menjadi pengusaha baik dan bermanfaat.

Masyarakat Sidat Indonesia
PT.Laju Banyu Semesta

Better Eel for Better Life