Archives Maret 2018

Oksigen untuk Ikan Sidat

Udara terdiri dari 4 komponen besar, yaitu:

  1. Nitrogen (78,084%)
  2. Oksigen (20,946 %)
  3. Argon (0,934 %)
  4. Karbon dioksida (0,033 %)
  5. Lain-lain (0,003 %)

Oksigen sangat diperlukan oleh tubuh untuk pembakaran dalam sel sehingga tercipta energi yang akan digunakan untuk aktivitas tubuh ikan. Apabila energi dari metabolisme tersebut berlebih, maka akan disimpan dalam bentuk daging (retensi).

Kandungan oksigen dalam air berefek langsung terhadap nafsu makan. Apabila kandungan oksigen kurang, maka nafsu makan ikan menurun. Dalam waktu yang lama, ikan sulit tumbuh karena energi yang dihasilkan dari metabolisme energi yang melibatkan oksigen sedikit. Akibatnya, energi yang dihasilkan hanya akan digunakan untuk berenang dan bernafas (maintenance tubuh).

Baca: Mengatasi Sidat Malnutrisi

Semakin penting sesuatu dalam kehidupan, semakin Allah buat sesuatu tersebut murah. Analoginya seperti ini:

Pilih mana, Android atau makan?

Tentu makan, ya. Sebab, apabila tidak makan, maka akan berefek pada tubuh. Oleh karena itu, harga makanan jauh lebih murah dibandingkan Android.

Pilih mana, makan atau bernafas?

Tentu bernafas, ya. Sebab, oksigen lebih dibutuhkan dan didahulukan dibandingkan makan. Oleh karena itu, Allah buat oksigen gratis sebagai bentuk kasih sayang terhadap hamba-Nya, termasuk ikan. Masya Allah…

Kebutuhan Oksigen pada Budidaya Ikan

Kita bisa pahami bahwa oksigen di dalam wadah budidaya sangat penting untuk mendukung pertumbuhan. Sebab, ia merupakan bahan bakar metabolisme tubuh. Oksigen optimum 6-8 ppm pada suhu 25-30°C. Oksigen tidak akan lebih dari 8 ppm pada sistem konvensional karena akan dilepas ke udara. Jika oksigen lebih dari 8 ppm, maka akan menyebabkan gas bubble desease.

Hubungan konsentrasi oksigen dengan keadaan ikan :

Oksigen 3-4 ppm: Hanya digunakan untuk maintenance tubuh

Oksigen 3 ppm: Menurunkan imunitas

Oksigen 0-2 ppm: Menyebabkan kematian

Oksigen 6-8 ppm: Menghasilkan pertumbuhan 1,5 – 3 %/hari

Oksigen masuk ke dalam air dengan 2 cara:

  1. Difusi dengan air (cara utama)
  2. Turbulensi air (arus/ombak yang menghasilkan gelombang sehingga air bersentuhan dengan udara yang mengandung oksigen)

Alat peningkat oksigen dengan difusi:

  1. Hiblow, Blower
  2. Kincir di tambak
  3. MTO di tambak

Alat pembangkit oksigen:

  1. Generator Oksigen (Menghisap udara bebas diubah menjadi oksigen sekitar 40 %)
  2. Liquid oxygen (oksigen murni) bisa 100 % oksigen

Alat pencampur oksigen dinamakan conne. Alat ini akan mencampurkan liquid oxygen dengan air sehingga air menjadi over-saturasi. Alat ini digunakan dalam Recirculation Aquaculture System untuk mendukung kepadatan ikan yang sangat tinggi (Ultra High Capacity Aquaculture).

Baca: Wadah Pemeliharaan Sidat

Cara Menghitung Kepadatan Ikan dengan Pendekatan Oksigen

Debit Air 1 liter/detik = 3600 liter/jam

Inlet oksigen: 5 ppm

Oksigen di wadah budidaya: 4 ppm

Maka oksigen yang bisa digunakan ikan = Inlet oksigen – oksigen di wadah budidaya = 5 ppm – 4 ppm = 1 ppm = 1 mg/l

Artinya, jumlah oksigen yang dimanfaatkan ikan adalah 3600 liter/jam x 1 mg/l = 3600 mg/jam

Jika diasumsikan konsumsi ikan sidat ukuran 200-300 gr = 85-100 mg/ikan sidat/jam,

maka kepadatan ikan di kolam yaitu:

= 3600 mg/jam : 100 mg/kg ikan/jam

= 36 kg ikan/jam

 

Apalagi yang dibutuhkan sidat untuk dapat tumbuh dan menghasilkan daging? Simak artikel selanjutnya tentang Hidrogen.

Apakah Anda memiliki cara lain untuk meningkatkan oksigen terlarut dalam air? Silakan komentar di bawah, ya!

 

LABAS ACADEMY

Sidat Labas: Better Eel for Better Life

Langganan ke social media kami untuk info terbaru:

Facebook, Instagram, and Youtube

Pelatihan Budidaya Sidat Maret 2018 (Program Kemitraan)

Pada trimester pertama tahun 2018, PT. Laju Banyu Semesta telah melaksanakan 3 kali pelatihan budidaya sidat. Hari pertama pelatihan dilaksanakan di Hotel Duta Berlian Bogor dan hari kedua dilaksanakan di Farm Sidat Labas. Salah satu peserta pelatihan mengutarakan mengapa ia merekomendasikan Labas sebagai mitra budidaya sidat. Simak selengkapnya pada video di bawah ini:

Tertarik mengikuti pelatihan budidaya sidat seperti mereka?

Silakan hubungi marketing kami  atau lihat infonya pada link bit.ly/PelatihanLabas

pelatihan-budidaya-sidat-april-2018

fasilitas-pelatihan-budidaya-sidat-labas

Kaleidoskop 2017

Berjalan selama 7 tahun sejak pertama berdiri bukanlah hal yang mudah. Berusaha memperkenalkan sidat yang dianggap komoditas mahal, periode pemeliharaan yang panjang, serta masalah budidaya lainnya kerap menjadi tantangan.

Namun, ketika kami berkaca dan merenungi apa yang sudah terjadi selama 2017 ternyata begitu banyak nikmat yang Allah berikan pada perusahaan kami sehingga beberapa kegiatan ini dapat terlaksana:

  • Melaksanakan 12 Angkatan Pelatihan dan Kemitraan

Selama tahun 2017, 94 orang bergabung menjadi mitra PT. Laju Banyu Semesta melalui kegiatan Pelatihan.

  • Restocking Induk Sidat

Ketersediaan bibit sidat saat ini masih sangat bergantung pada alam. PT. Labas melakukan restocking induk sidat di Sungai Citarik Sukabumi sebagai upaya budidaya sidat berkelanjutan. Seratus ekor sidat jenis Anguilla bicolor dengan total biomassa 100 kg telah dilepaskan.

  • Menerima Kunjungan Instansi/Universitas
    • Universitas Budi Luhur
    • Magister Terapan Institut Pertanian Bogor
    • Diploma IPB
    • Mahasiswa Jurusan Budidaya Perikanan IPB (54)
    • DPRD dan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Palopo
    • Dinas Perikanan Sukabumi
    • Yayasan Dharmais
    • Mahasiswa Jurusan Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (2014)
  • Menerima Kunjungan Siswa
    • TK Aisyiah Kebayoran Baru
    • SMK 36 Jakarta
    • Homeschooling Keluarga Muslim (HSKM) Bogor
  • Liputan Media

Prospek Sidat nampaknya menjadi tema yang paling menarik. Pada awal tahun 2017, TV Elshinta dan Rodja TV membahasnya dan meliput Farm Sidat Labas.

Menjelang akhir tahun, berbagai tim program Trans7 seperti ‘Selamat Pagi’, ‘Doeloe-Sekarang’, ‘Tau Gak Sih’, dan ‘Laptop si Unyil’ meliput berbagai lini usaha labas dengan penyajian yang sangat menarik. Hasil liputannya dapat Anda lihat di akun youtube official kami: LabasTV

Bukan hanya layar kaca, media cetak juga mengangkat tema tentang sidat. Diwakili GM PT. Labas, Bpk. Angga Kurniawan membicarakan tantangan, peluang, dan strategi bisnis sidat pada artikel di TROBOS Aqua Edisi 66 Tahun VI 15 November – 14 Desember 2017 (Hal. 40-41)

  • Kerjasama dengan Instansi Pemerintah

Pengadaan/Budidaya Sidat

  • Dinas Perikanan Cianjur
  • Dinas Perikanan Sukabumi
  • STP Pasar Minggu
  • STP Cikaret
  • Politeknik Negeri Karawang
  • Dinas Kelautan dan Perikanan Padang

Penelitian

    • IPB (Produk Olahan Sidat)
    • LIPI Cibinong (Riset Nano-Bubble)
    • UPI-JICA (Glass Eel)
  • Menyelenggarakan Edukasi hingga ke Malaysia

Secara reguler kami berkomitmen melakukan edukasi agar sidat lebih dikenal oleh masyarakat berbagai kalangan. Cara yang kami lakukan umumnya berupa mengikuti bazaar yang dilengkapi dengan coaching clinic. Bulan Agustus 2017, PT. Labas diwakili oleh Bpk. Sholihin memperkenalkan LABASAKI di sebuah bazaar di Malaysia. Kami juga pernah mendukung kegiatan Masyarakat Tenjolaya Sukabumi dan berpartisipasi dalam acara Bazar Agro 2017 di IPB.

  • Menjadi Pembicara
  • Festival Ikan Sidat Indonesia 2017 (Unagi Matsuri) dan Focus Group Discussion | SMESCO, 29-30 Juli 2017

Dalam rangka meningkatkan daya saing usaha sektro kelautan dan perikanan melalui pengelolaan budidaya sidat yang berkelanjutan, PT. Labas ikut memeriahkan acara di SMESCO Exhibition Hall.

  • Hari Ikan Nasional dan Dies Natalis Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB | Bogor, 21 November 2017

Temu alumni dan sharing ilmu mengenai sidat oleh GM PT. Labas

  • 2nd International Symposium of Tropical Eel Genus Anguilla (ISTEGA) | Jakarta 21-23 November 2017

Diwakili oleh Direksi PT. Labas, Bapak Deni Firmansyah, PT. Labas menjadi pembicara pada acara ISTEGA. Farm Sidat Labas juga menjadi tujuan excursion para peserta 2nd ISTEGA.Pada kesempatan tersebut kami juga sempat mewawancarai Prof. Takaomi Arai terkait pendapatnya tentang PT. Labas.

  • Kunjungan Tokoh
    • Agus Oman Sudrajat | Pakar Reproduksi Ikan IPB
    • Nilanto Perbowo | Dirjen Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
    • Dr. Ir. Ridwan Affandi, DEA| Pakar Sidat, Sekretaris Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan (PS-SPD)

Kami berterimakasih terhadap mitra-mitra yang secara berkala menghubungi Labas untuk konsultasi dan melakukan repurchase untuk bisnis yang dilakukannya. Tak lupa kami bersyukur atas ratusan kunjungan individu dan kelompok yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. Serta, atas kepercayaan Bapak & Ibu menjadikan kami sebagai mitra untuk belajar dan mengenal Sidat.

Memasuki bulan Maret 2018, kami merancang beberapa agenda kegiatan reguler seperti Pelatihan Budidaya Sidat dan Kemitraan, produksi LABASAKI, perpanjangan beberapa sertifikat, serta bazaar. Kami juga tengah mempersiapkan stok bibit, pakan  dan mengondisikan farm untuk kerjasama-kerjasama dengan instansi selama tahun 2018 ini.