The Power of Hydrogen

the-power-of-hydrogen

Derajat keasaman atau alkalinitas suatu cairan dinyatakan dengan pH. Nilai pH sendiri mengekspresikan konsentrasi dan logaritma negatif dari aktivitas ion hidrogen (H+).

Semakin tinggi padat tebar ikan, maka semakin tinggi pula konsentrasi karbondioksida (CO2) dalam air. Masalah ini umum terjadi pada sistem budidaya intensif seperti sidat. CO2 akan menurunkan pH air karena terbentuknya hidrogen karbonat (H2CO3) yang terpecah menjadi ion hidrogen. Apabila pH turun akibat konsentrasi CO2 yang tinggi, maka ikan akan kesulitan mendapatkan oksigen (O2).

Baca: Oksigen untuk Ikan Sidat

Nilai pH air yang tidak sesuai berpengaruh pada melambatnya pertumbuhan ikan hingga kematian. pH basa (>8) mempengaruhi insang sehingga lebih mudah menangkap zat toksik seperti amoniak. pH asam (<7) menyebabkan terganggunya struktur dan aktivitas enzim pada insang karena penurunan kelarutan oksigen. Akibatnya, ikan akan membuka tutup insang atau naik ke permukaan air untuk meningkatkan laju respirasi.

Kondisi tersebut akan membuat nafsu makan ikan sidat menurun, kemudian menurunkan laju katabolisme (proses pencernaan sedikit), lalu menurunkan proses anabolisme (biosintesa tubuh misalnya pembentukan hormon, enzim, dll). Dampaknya, ikan menjadi kurus karena tidak ada hasil metabolisme yang disimpan tubuh menjadi daging.

Baca: Sidat Malnutrisi

Menurunkan Kadar Karbondioksida

Cara melepaskan karbondioksida dalam air budidaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:

  1. Menginjeksikan oksigen (aerasi) yang memaksa karbondioksida terlepas ke udara

Perlu dicatat bahwa O2 lebih mudah larut dalam air namun lebih sulit ditangkap insang dibandingkan CO2.

  1. Memberikan oksigen murni (liquid oxygen)

Kekurangannya, biaya teknik ini cukup mahal.

  1. Mengganti dengan air yang kaya oksigen
  2. Mengoptimalkan fotosintesis

Fitoplankton membantu menyerap karbondioksida melalui proses fotosintesis pada perairan. Hal ini dapat diaplikasikan pada kondisi budidaya tradisional atau jika kepadatan ikan sangat rendah.

Menyanggah pH

Jadi, bagaimana agar pH air tetap terjaga pada kisaran 7-8?

Kalsium karbonat (CaCO3) yang larut dalam air akan menjadi buffer (penyanggah) pH dengan cara berikatan dengan ion H+ sehingga pH menjadi stabil. Rekomendasi nilai alkalinitas untuk budidaya intensif adalah di atas 40 mg/l CaCO3 untuk menstabilkan pH dan menjaga kesehatan ikan. Sedangkan CaCO3 dengan konsentrasi 100-200 mg/liter akan membuat sumber air untuk bio filter dan pH dalam sistem resirkulasi stabil serta mengurangi toksisitas logam berat.

Ayo, pelihara ikan sidat anda pada air yang membuatnya nyaman agar ia lahap menyantap semua pakan yang diberikan! Praktekkan ilmu ini dan dengan izin Allah ikan akan tumbuh..