MELEPASKAN UNTUK KEBAIKAN SEMUA

Restocking Induk Sidat

Apa kabar sahabat sidaters?? lama tidak menyapa sahabat sekalian, semoga selalu dalam kondisi terbaik ya untuk terua berkarya untuk Indonesia.

Kali ini kami mau sharing terkait kegiatan yang akan kami lakukan besok ya… (3 Februari 2017) Pelepasan Induk Sidat di salah satu muara sungai tempat ikan ini migrasi.

Berawal dari sebuah ide sewaktu meeting bersama tim, bagaimana kalau kita melepaskan ikan yang sudah lama dipelihara???

Mmmmmm, maksudnya bagaimana pak??

Iya kita lepas ikan yang sudah dipelihara ke alam agar sidat bisa tetap ada dan lestari. Sehingga masyarakat, pembudidaya bisa berkelanjutan kegiatannya.

Rekan-rekan belum paham yah,saya jelaskan sedikit ya Ikan Sidat yang di budidayakan benihnya berasal dari alam. Benih sidat ditangkap kemudian dipelihara dalam wadah budidaya hingga besar. Maka selain pengelolaan penangkapan yang baik, kegiatan konservasi lingkungan serta pembuatan aturan yang baik sangat diperlukan agar pontensi ikan sidat dapat berkelanjutan memberikan manfaat. Nah sudah sedikit bisa dipahami ya.

 

Restoking revisi low

Kami (Sidat Labas) melakukan beberapa langkah untuk terus bisa menjaga kelestarian ikan sidat ini diantaranya :

#1. Memberikan pengarahan

kepada mitra penangkap untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan, ramah terhadap ikan.

Contohnya kami merekomendasikan sidat ditangkap dengan bubu atau serok masyarakat menyebutnya kopyok.

AAA

Bukan dengan….

Potasium, bahan kimia berbahaya, setrum, atau jaring yang dibentangkan sepanjang muara sungai. Cara tersebut dapat merusak lingkungan, tidak ramah terhadap ikan,atau yang menggunakan jaring bisa menangkap semua ikan sidat yg sedang melakukan migrasi baik yang menuju laut atau menuju hulu….

Kami juga menghimbau untuk tidak menangkap ikan sidat yang berukuran besar. Biasanya sidat yang berukuran besar bermigrasi untuk melakukan proses perkawinan di laut dalam, maka biarkan JANGAN di Tangkap. Agar bisa hadir generasi sidat baru yang meneruskan kehidupan sidat secara alami.

#2. Bekerja sama dengan pihak pemerintah

Kami berkoordinasi dengan pemerintah pusat yah betul..Kementerian Kelautan Perikanan, KKP sering melibatkan kami dalam kegiatan perumusan aturan-aturan perikanan. Dalam kapasitas kami sebagai praktisi dibidang perikanan,kami terus memberikan saran hingga pandangan agar bidang perikanan khususnya sidat dapat berkembang, berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi Indonesia sebagai negara terkaya sumber daya sidatnya.

Salah satunya adalah seperti aturan pemerintah untuk tidak mengekspor benih sidat, kecuali yang sudah berukuran 150 gr up. Agar terdorong stake holder dalam negeri untuk melakukan produksi, masyarakat juga dapat mengakses ikan yang bernilai gizi tinggi ini juga kesempatan utk ekspor terbuka dengan mendrive value added pada produk yang akan dijual bukan bahan baku saja.

#3. Melakukan Riset Reproduksi

Ya tentunya dalam ranah akuakultur,reproduksi menjadi salah satu mata rantai sustainability kegiatan budidayanya.

Setelah diatas sudah dijelaskan terkait aturan, cara tangkap dll. Kami juga berupaya untuk bisa melakukan riset reproduksi baik secara mandiri maupun berkolaborasi dengan institusi akademia dibidang penelitian reproduksi ikan.

Alhamdulillah saat ini kami terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan IPB, khususnya para ahli dari institusi perikanan yang tertua di Indonesia untuk bisa melakukan proses perkembangbiakan atau perkawinan ikan sidat.

Kami memohon support dan dorongan dari sahabat-sahabat semua agar bisa mewujudkan hal tersebut.

Hal ini bukan sesuatu yg mustahil melihat potensi besarnya hanya di Indonesi bukan negara lain. Semoga potensi besar ini menguatkan Indonesia utk dapat melestarikan ikan ini agar terus bermanfaat lewat usaha reproduksi.

Nah itu yang menjadi alasan kami melepaskan Indukan yang sudah kami pelihara tahunan di farm Sidat Labas,

Yah melepaskannya untuk kebaikan semua…

Kebaikan para nelayan yang hidup dari penangkapan ikan ini, kebaikan pembudidaya, kebaikan ikan sidat agar terua lestari, kebaikan masyarakat perikanan dan lain-lain.

Kami berharap usaha kecil ini menjadi contoh agar tercipta Eel Aquaculture Sustainable. Kegiatan budidaya sidat yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Restocking Induk Sidat untuk Dunia Persidatan Indonesia yang lebih baik.

Better Eel for Better Life

Sidat Labas Family

PENEBARAN INDUK SIDAT

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam rangka berperan serta Menjaga Kelestarian Alam Menuju Usaha Budidaya Sidat Berkelanjutan Eel Aquaculture Sustainable

Sidat Labas (PT. Laju Banyu Semesta) akan melakukan kegiatan Penebaran Induk Ikan Sidat ke Sungai (Restocking).

Restoking revisi low

Pada :

Hari Jum’at

3 Februari 2017

Sungai Cimandiri, Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat

Jam 14.00 WIB

 

Kami Berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan tersebut dan sebagai wujud upaya sinergi untuk memajukan Persidatan di Indonesia seperti Kementrian Kelautan Perikanan, Pemda Kab. Sukabumi, Pemda Kab. Bogor, Institut Pertanian Bogor, Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, LIPI, Instansi lain, Para Akademisi, Para Peneliti dan Teman-teman Praktisi yang telah membantu kami sehingga terlaksananya kegiatan ini.

Better Eel for Better Life

Bogor Januari 2017

Team Sidat Labas

www.sidatlabas.com

 

Konfirmasi kehadiran anda.

08161341288 / 085211943905

WISATA EDUKASI GRATIS

WISATA YANG GRATIS . . . 
-Pantai
-Playground
-Mall
-Puncak
-Luar Kota/luar negeri
-dll.

Tempat yang mainstream (umum) dikunjungi untuk berwisata

Kelemahan berwisata ke tempat tersebut

  1. Berbayar. Tiket masuk, wahana ini itu…bla..bla..bla berpotensi membuat kantong anda terkuras habis
  2. Wawasan dan ilmu tidak bertambah, padahal investasi yang paling menguntungkan adalah sharpening your brain, pertajam kemampuan otakmu
  3. Opportunity costnya rendah, karena kesempatan anda mendapatkan peluang dan kesempatan untuk meningkatkan karir atau membangun usaha kemungkinannya kecil, apalagi mempersiapkan pensiun dikemudian hari.

Terus gimana??? Ada solusi???

Refreshing menjadi kebutuhan anak-anak hingga dewasa bagi penduduk dikota-kota yang cukup sibuk. Kami hadir memberikan solusi interaktif dan inovatif tanpa mengurangi kegembiraan dalam BERWISATA.

Nikmati Program terbaru kami SIDAT LABAS (Integrated Aquaculture Company) Perusahaan NASIONAL Pertanian dan Perikanan Terintegrasi.

“AGRO edu AQUACULTURE TOURISM (GRATIS)”

Program wisata pendidikan Pertanian dan Perikanan Terintegrasi dikaki Gunung Halimun Bogor – Indonesia

APA BENEFIT NYA … ???

  • Berwisata di kaki gunung yang sejuk dan asri (Gunung Salak)
  • Lokasi Kota Hujan BOGOR
  • Terhindar dari kemacetan (kami sarankan berangkat di pagi hari)
  • Lokasi dekat dengan Air Terjun dan Penginapan serta Pemandian Air Panas
  • Berkeliling farm seluas kurang lebih 1 Hektar
  • Melihat langsung Proses produksi, Pertanian dan Perikanan yang menggunakan Teknologi dan Terintegrasi
  • Mendapat bimbingan langsung dari guide kami yang profesional
  • Cocok untuk pendidikan Anak sekolah (Study Tour)
  • Menjadi IDE WIRAUSAHA potensial

 

Ini SOLUSI WISATA yang MAKNYUS dari sisi  kantong dan berprospek untuk masa depan

“TUNGGU APALAGI”

Jadwalkan Sekolah, Universitas, Instansi, Perusahaan, LSM, OrMas, Keluarga dan Individu untuk mengakses program ini GRATIS


Hubungi KAMI Langsung…  lalu dijadwalkan
Sholihin Prihartono : 0816 1341 288 (Telp, WA, SMS)


www.sidatlabas.com
Facebook Sidat Labas
Youtube Sidat Labas/Labas TV

PT Laju Banyu Semesta
Better Eel For Better Life

PETANI….., SIDAT,…..,…..

Sebuah bidang yang sangat prinsip dalam sebuah tatanan bangsa, bidang yang fundamental untuk bisa membangun sebuah negeri. profesi yang sangat prestisius dan memberikan sebuah kebanggaan.

Itu prolog yang cukup mewakili terkait pertanian dan petani, iya karena kami juga petani sehingga pada sajian kali ini coba kita bahas lebih mendalam tentang begitu amazingnya peran pertanian dan petani dalam membangun bangsa….

Petani Sidat

Baik coba jawab pertanyaan saya ya….

Kalau pagi sarapan bahannya dari apa?

Olahan siap saji itu bahannya dari hasil apa?

Nugget, sosis, sampai gorengan dipinggir jalan, belum lagi martabak sampai masakan di hotel berbintang bahan dasarnya dari mana?

Siapa yang menanam dan memelihara sumber bahan pangan yang anda makan????

Ya jawabannya sepakat tanpa ragu…semua makanan, olahan industri hingga produk-produk dalam kehidupan kita berasal dari PERTANIAN, PERIKANAN, PETERNAKAN yang memberikan manfaat sangat powerful pada setiap manusia….ya itulah PETANI

Pelatihan Budidaya Sidat

Sajian kali ini akan mengulik 3 hal yang paling prestisius dari PERTANIAN, PERIKANAN, PETERNAKAN hingga profesi petani.

#1 Farmer is honorable profetion in the world

Ledakan jumlah penduduk dunia selama beberapa dekade menyebabkan kebutuhan pangan melesat tajam. Tentu ini menjadi peluang yang sangat menjanjikan kedepannya karena semua manusia BUTUH MAKAN.

Kebutuhan ini tidak bergantung musim, kondisi ekonomi, peperangan bahkan bencana…semua kondisi tersebut membutuhkan makanan.

Negara-negara maju  petani memiliki tempat khusus dan begitu sangat diproteksi oleh pemerintahnya. Petanilah yang begitu sangat berjasa menyediakan hasil pertanian, perikanan dan peternakan untuk mensuplai kebutuhan pangan disuatu negeri.

#2 Farmer is very powerful and useful to develop nation

Iya tidak diragukan lagi ya, manusia termasuk organisme heyerotrof. Jadi tubuhnya tidak dapat menyediakan energi dan bahan-bahan untuk menunjang metabolisme tubuhnya. Sebut saja protein sebagai zat yang dapat berfungsi untuk membangun berbagai komponen yang ada pada tubuh manusia, ya protein harus tersedia cukup dalam makanan sehingga regenerasi sel dan berbagai proses metabolisme tubuh yang membutuhkan protein dapat berlangsung.

Bagaimana mau cerdas, tumbuh menjadi pemuda yang kuat bila asupan pangannya tidak memadai. Hal ini sering kita jumpai pada masyarakat miskin di negeri kita atau kabar yang kita dengar dari saudara-saudara kita di Negara-negara Afrika.

Jika banyak pemuda yang belajar pertanian, perikanan dan peternakan base on knowledge and technology… tentunya juga didukung oleh pemerintah. Kami yakin akan tercipta kegiatan pertanian, perikanan dan peternakan yang efisen, berteknologi dan terjangkau.

Sehingga masyarakat dinegeri tersebut mudah mendapatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Upaya mencerdaskan anak bangsa bisa dengan cepat dan mudah terwujud melalui pertanian dan petani…

#3 Perikanan, pertanian dan peternakan serta petani menjaga spesies tersebut dari kepunahan.

Tidak ragu lagi bahwa kegiatan perikanan melalui pemeliharaan ikan di wadah budidaya yang terkontrol, pemeliharan hewan ternak sampai ladang atau kebun di areal pertanian merupakan bentuk domestikasi organisme yang dipelihara.

Sampai pada suatu titik, organisme  tersebut nyaman dalam lingkungan budidaya dan secara alami dapat dilakukan perkawinan. Kondisi tersebut didapatkan dalam kegiatan budidaya. MasyaAllah begitu sangat bermanfaat ya, itu salah satu bukti kegiatan budidaya yang menggunakan prinsip terintegrasi, ramah lingkungan turut menjaga kelestarian spesies organisme yang dibudidayakan.

Anda bisa bayangkan kalau hari ini ikan mas, lele, gurame harus ditangkap dari alam. sangat merepotkan ya.

Olahan SIDAT

Kami juga mohon doa dan support dari masyarakat Indonesia dimanapun mereka berada, saat ini kamipun terus melakukan berbagai riset terkait budidaya sidat, olahan, sistem produksi hingga reproduksi.

Semoga usaha ini menjadi bagian pelestarian sidat di Indonesia, tak lupa kami sampai dan juga semoga dalam jangka beberapa waktu ke depan kami SIDAT LABAS dapat merelease dan merestocking indukan ke alam agar sidat Indonesia bisa lestari.

Kami bangga sebagai petani sidat, petani berteknologi, sarjana yang menjadi petani….karena pertanian, perikanan dan peternakan INDONESIA harus maju…

Semoga Allah membalas kebaikan para pejuang pertanian, para petani yang telah menyediakan bahan pangan untuk bangsa ini…. Aamiin

Penyusun
Tim Sidat Labas

Better Eel for Better Life
Olahan Sidat Terlengkap
Olahan Sidat Halal


Telp, SMS, Whatsapp 0816 1341 288
e-mail lajubanyusemesta@gmail.com
Share Us . . . Join Us . . . 

SIDAT DICARI DUNIA

Sidat itu (yang sedang jadi bahan pembicaraan) ikan air tawar yang sudah menjadi olahan pangan industri besar di negara eropa, jepang, korea. WOW. Negara-negara yang bisa dibilang peradabannya sudah melesat jauh ketimbang Indonesia. Ikan air tawar ya, semacam lele, gurame, nila dkk. Jangan bayangkan sidat listrik apa lagi sidat laut yang berwarna warni. Bukan yaa.

Kalau kamu penikmat dan pelanggan masakan jepang, pasti sering baca UNAGI di buku menu. Yap, dia lah yang kita maksud disini.

Sidat di indonesia punya banyak nama. Orang Betawi menyebutnya Moa. Di Lampung dan Jawa umumnya dikenal dengan nama Pelus. Sedangkan di Poso dan wilayah Sulawesi Tengah lebih dikenal sebagai Sogili. Kalau di Jawa Barat lebih dikenal dengan Lubang. uniknya, bergeser sedikit ke Toraja dan Makassar, ikan ini lebih populer dengan nama Massapi. Di daerah lain  ada yang menyebut Gateng, Ikan Lembu, Ikan Denong dan Ikan Luncah.

Sidat Indonesia

Indonesia memiliki sedikitnya 6 jenis ikan sidat di wilayah perairannya diantaranya Anguilla marmorata, Anguilla celebelencis, Anguilla acentralis, Anguilla borneensis, Bicolor bicolor, serta Bicolor pacifica (Affandi, 2005).
Indonesia memiliki keanekaragaman sidat serta jumlah yang terbesar di Dunia, hal ini tentunya menjadi motivasi dan modal besar untuk dapat mengelola sumber daya tersebut dengan baik.

 

Sidat Dunia

Negara-negara eropa seperti Jerman, Denmark, Belanda serta Negara-negara asia timur seperti jepang, Taiwan, China serta Korea Selatan sangat tinggi konsumsi dan produksi ikan sidat. Kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan dan harga yang tinggi menjadi daya tarik terbesar Negara-negara maju mengeksploitasi secara besar-besaran. Eksploitasi yang besar-besaran mengakibatkan terjadinya over fishing (sulit mendapatkan sumber daya ikan) dan langka ditambah lagi teknologi reproduksi dan pemeliharaan larvanya belum berkembang dengan baik, sehingga dinegara-negara tersebut terjadi penurunan penangkapan dan produksi ikan tersebut.


Informasi Budidaya :

www.sidatlabas.com

WA/Telp/SMS – 0816 134 1288

SEJARAH PERUSAHAAN SIDAT DI INDONESIA

Rintisan usaha sidat dimulai sejak tahun 1989. PT. Masterindo, perusahaan sidat Belanda yang berdomisili di Cipanas – Puncak Bogor berusaha mengumpulkan ikan sidat yang ditangkap dari sungai dengan ukuran konsumsi (300-500 gram) dipelihara dengan sistem konvensional di kolam air deras dan diberi pakan alami seperti keong, cacing, daging ayam, kemudian diexport dalam keadaan hidup. Akan tetapi perusahaan tersebut tidak berhasil karena dengan pemeliharaan yang demikian tidak mampu menekan kematian ikan dan sulit untuk tumbuh dan berkembang.

perusahaan sidat

Karena menariknya prospek usaha sidat, pada tahun 1990 berdirilah 5 perusahaan besar yang memiliki investasi diatas 20 M, dan menggunakan teknologi super intensif dengan sistem resirkulasi modern. Semua perusahaan sidat tersebut menggunakan teknologi Eropa (German, Belanda). Dengan orientasi pasar export.

  1. Indo Eel di Bogor
  2. Sidat Dewa Bahari di Bogor
  3. Yamanda Ara Perkasa di Bogor
  4. Tahapan Jaya di Sukabumi
  5. Anguila Eel Farm di Semarang

Pada tahun 1997-1998 bersamaan dengan kerisis ekonomi dunia yang memukul perekonomian Indonesia (Krismon 1998) semua perusahaan tersebut bangkrut.

Selama kurang lebih Sepuluh Tahun kegiatan sidat vakum, disamping karena dampak krisis ekonomi para usahawan menunggu momen yang baik untuk memulai kegiatan usaha lagi.

Perusahaan sidat saat ini

Pada tahun 2008 sidat mulai menjadi isi usaha yang menarik, yaitu dengan memulai munculnya perusahaan Jepang berinvestasi di Indonesia. PT. Java Suisan Indah di Pelabuhan Ratu – Sukabumi menjadi pemicu semangat pengusaha sidat asing maupun petani lokal untuk mencari peruntungan dengan usaha sidat.

Para petani dan pengusaha lokal bermunculan seiring dengan banyaknya program pelatihan usaha sidat yang dinanti masyarakat.

Para pengusaha sidat asing dengan berbekal investasi besar dari negaranya seperti Jepang, Korea, China, Taiwan berbondong-bondong datang ke Indonesia, sehingga berdirilah perusahaan-perusahaan sidat investasi asing di Pelabuhan ratu, Cirebon, Karawang, Banyuwangi dan tempat lainnya.

Melihat penomena semangat usaha sidat yang melanda pengusaha pemula dan investor asing, memicu semangat para pelaku usaha sidat yang sebelumnya bekerja di perusahaan PT. Masterindo, PT. Tahapan Jaya dan perusahaan perintis lainnya untuk ambil bagian.

Salah satu perusahaan didirikan pada tahun 2010 oleh para Aquakulturist Senior yang pernah bekerja di perusahaan sidat tersebut adalah PT.Laju Banyu Semesta – Bogor. Yang terus berusaha berperan aktif untuk mengambil bagian dalam upaya memajukan usaha sidat sehingga bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Tuan Rumah Di Negri Sendiri


NOTE : 

Telp, SMS, Whatsapp 0816 1341 288

e-mail lajubanyusemesta@gmail.com

Facebook, Youtube Chanel