Trusted Services
We are trusted our customers
24/7 Support
014 1547 925 - 123 4567 890
Well Experienced
18 years of experience

Our Services

We provide the best services

Pixel Perfect Design

Lorem Ipsum is simply text of the printing and typesetting industry. Lorem ipsum has been dummy.

WooCommerce Ready

Lorem Ipsum is simply text of the printing and typesetting industry. Lorem ipsum has been dummy.

Satisfied Clients

Lorem Ipsum is simply text of the printing and typesetting industry. Lorem ipsum has been dummy.

Recent Updates

Our Latest News

alatgaradingikan
ALAT GARDING IKAN

Alat Grading Ikan, terbuat dari bahan fiber , solusi untuk memudahkan untuk garding benih ikan dengan cepat dan tidak melukai benih,

SISTEM ROUNTANK UNTUK BENIH SIDAT STADIA GLASS EEl

Didukung dengan teknologi RAS dan kapasitas filter yang optimal yang terdiri dari filter mekanik, filter biologi dan kimia, serta ditambah dengan 3 buah tank fiber diameter 1,22 meter, sistem rountank memiliki kemampuan yang lebih baik untuk pemeliharaan benih ikan sidat stadia glass eel

manfaat-bioballs-pada-pemeliharaan-ikan-sidat
Manfaat Bioballs pada Pemeliharaan Sidat Sistem Resirkulasi

Bioballs adalah sebutan untuk media filter biologi yang terbuat dari plastik berbentuk bulat mirip rambutan. Bioballs dibuat khusus berongga banyak sehingga memiliki luas permukaan yang besar. Luas permukaan bioballs dapat mencapai 600 m2 per meter kubik bioballs.

Bioballs berfungsi sebagai media hidup bakteri pengurai yaitu bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacteri. Bakteri ini sengaja dilepas ke dalam air dan diharapkan hidup di dalam permukaan bioballs tersebut.

Bakteri menguntungkan tersebut berfungsi sebagai pengurai dalam proses nitrifikasi. Nitrifikasi adalah proses oksidasi dari Amonium (NH4) dan gas Amonia (NH3) yang berbahaya bagi ikan, menjadi Nitrit (NO2) dan kemudian berubah menjadi Nitrat (NO3) selanjutnya akan lepas menjadi nitrogen bebas (N2). Bakteri nitrifikasi mampu menguraikan amonia sebanyak 0,2-2 g per meter luas area per hari.

Bioballs biasanya ditempatkan khusus pada Biofilter. Filter ini berfungsi untuk menghilangkan amonia yang terkandung di dalam air yang mengalir ke dalam filter tersebut dengan proses biologi dengan bantuan bakteri yang hidup di dalam bioballs.

Kebutuhan jumlah bioballs bisa dihitung dan disesuaikan berdasarkan banyaknya amonia yang dihasilkan dari sejumlah pakan yang diberikan kepada ikan pada sistem pemeliharaan tersebut.

Sidat Labas | Better Eel for Better Life

Labas Academy The Series
FB Sidat Labas
Instagram @labassidat
Youtube LabasTV

Memelihara Sidat di Pekarangan Rumah

IBC (Intermediate Bulk Container) adalah alat yang bisa digunakan sebagai wadah pemeliharaan sidat untuk lahan sempit. Teknik menggunakan bak IBC ini sangat cocok jika anda baru ingin mencoba memelihara sidat untuk konsumsi sendiri atau melakukannya sebagai hobi.

Katalog IBC
Katalog IBC

dampak-alkalinitas-air-pada-ikan-sidat
Dampak Alkalinitas Air pada Ikan Sidat

Pertemuan kali ini Kita akan bahas alkalinitas dan dampaknya terhadap budidaya ikan sidat. Seperti yang ditulis oleh Boyd (1982),
alkalinitas adalah total konsentrasi basa yang ada di dalam air yang digambarkan dalam miligram per liter Kalsium karbonat (CaCO3). Pengertian yang lebih sederhana yaitu kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa penurunan pH larutan (Ritonga, 2014).

Ikan bernafas menghirup O2 (oksigen) dan melepaskan CO2 (karbondioksida). Jika jumlah ikan semakin banyak atau ikan semakin lama berada di dalam wadah budidaya, maka semakin banyak CO2 yang dihasilkan dan berpotensi menurunkan pH air. Zat CO2 yang bereaksi dengan air menyebabkan terlepasnya ion H+. Akibatnya, konsentrasi ion H+ di dalam air bertambah dan pH menurun.

Apabila alkalinitas air berada pada level >40 mg CaCO3 atau berada pada kisaran terbaik di rentang 100-200 mg CaCO3 (Lekang, 2007), maka pH tidak akan turun karena ada alkalin (ion bikarbonat HCO3-, ion karbonat CO3 2-, ion Hidroksida OH-) (Ritonga, 2014). Senyawa-senyawa tersebut akan berikatan dengan ion H+ yang terlepas akibat larutnya CO2 dalam air sebagai hasil respirasi ikan. Senyawa inilah yang kita kenal dengan penyanggah atau buffer pH.

Apabila pH berubah signifikan karena alkalinitasnya di bawah standar, maka ikan sidat akan mengalami kegagalan adaptasi–yang diawali dengan tidak mau makan, imunitas turun, sakit, dan bobot susut.

Kesimpulan mekanisme di atas bisa diringkas menjadi diagram panah di bawah ini :
Alkanitas (tidak standar) -> CO2 naik -> pH turun -> kegagalan metabolisme (sulit bernafas, nafsu makan turun -> imunitas turun -> ikan sakit -> mati/susut

Dengan ilmu, maka budidaya akan menjadi sukses— sebagaimana jika kita mengetahui ilmu agama, maka jalan menuju Surga Firdaus menjadi mudah dan dekat, InsyaAllah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ومن سلك طريقا يلتمسفيه علما سهلالله له بهطريقا إلى الجنة

“Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”(HR.Muslim)

Jadi, tuntunan untuk mengejar ilmu sudah terekam jejaknya 1500 abad yang lalu. Maka bersemangatlah!

Ketahuilah penyebab kegagalan yang dialami. Semoga menjadi pelecut semangat untuk mengejar ilmu dan mengaplikasikannya.

Kebodohan + Kemiskinan = Kriminal

Kebodohan + Kekayaan = Kesombongan

Kebodohan + Kekuasaan = Kedzoliman

Kebodohan + Kepercayaan = Kesesatan

Sebaliknya

Ilmu + Kemiskinan = Qana’ah (rasa cukup)

Ilmu + Kekayaan = Kedermawanan

Ilmu + Kekuasaan = Keadilan

Ilmu + Kepercayaan = Kemenangan

Jaga alkalinitas air sehingga ikan akan memberikan feed back nafsu makan yang baik dan berdampak positif pada pertumbuhan. (/lp)

Sidat Labas | Better Eel for Better Life

Labas Academy The Series
FB Sidat Labas
Instagram @labassidat
Youtube LabasTV