Tentang Ikan Sidat

Ikan sidat merupakan komoditas perikanan yang bernilai jual tinggi sekitar 12-15 US$/kg sidat hidup dan disukai pasar internasional (Ringuet 2002). Produksi sidat dunia pada tahun 2000 mencapai 200.000 ton dengan nilai US$ 300.000.000,- dan pada tahun 2010 mencapai 250.000 ton (FAO 2013). Negara-negara seperti Jepang, Korea, China, Hongkong, Jerman, Italia, Amerika merupakan konsumen ikan sidat sehingga potensi ikan sidat sebagai komoditas ekspor sangat tinggi (Affandi 2005). Jepang mengimpor sidat tahun 1999 sebesar 65 ton dan meningkat pada tahun 2001 menjadi 85 ton (Ringuet  2002). Hal ini tentunya menjadi bukti bahwa http://sidatlabas.com/language/id/ merupakan komoditas potensial ekspor yang menguntungkan. Ikan sidat memiliki rasa yang enak dan kandungan gizi yang tinggi. Suitha (2008) menyatakan daging ikan sidat memiliki kandungan vitamin A, EPA dan DHA cukup tinggi dibandingkan dengan bahan makanan yang lain ( Lihat pada Tabel 1).

Tabel 1.  Kandungan Gizi Ikan Sidat (Suitha 2008)

Bahan Makanan Kandungan Vitamin A (IU/100 g) Kandungan EPA (mg/100 g) Kandungan DHA (mg/100 g)
Daging ikan sidat 4.700 1337 742
Hati ikan sidat 15.000
Sarden 60 250 250
Mentega 1900
Telur ayam 670 163-830 74-343
Ikan salmon 1 820 492
Ikan tenggiri 2,6 748 409

Kandungan EPA dan DHA dalam makanan sangat baik dalam proses tumbuh kembang anak khususnya perkembangan otaknya. Manfaat DHA antara lain membantu pertumbuhan otak dan serabut saraf serta fungsi penglihatan pada 6 bulan pertama kehidupan. Pada orang dewasa, DHA juga membantu kerja otak dan kemampuan belajar. Selain itu, DHA bermanfaat dalam menurunkan risiko penyakit jantung. Manfaat DHA yang lain adalah mencegah penimbunan plak pada dinding pembuluh darah oleh lemak jahat (LDL), sehingga menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Selain itu, DHA juga membantu mencegah munculnya penyakit kanker dan memperlambat proses penuaan (Tasse, 2010). Hal ini tentunya akan berdampak positif terhadap anak-anak yang diberikan asupan makanan ikan ini, sehingga diharapkan tumbuh anak-anak yang cerdas yang akan melanjutkan estafet perjuangan membangun pic1negeri yang kaum musliminnya terbesar di dunia.

 

Gambar 1. Atas kiri: Anguilla japonica dari jepang, bawah kiri : Anguilla marmorata dari Sulawesi, kanan: indukan Anguilla marmorata yang pernah tertangkap.

 

Negara-negara eropa seperti Jerman, Denmark, Belanda serta Negara-negara asia timur seperti jepang, Taiwan, China serta Korea Selatan sangat tinggi konsumsi dan produksi ikan sidat. Kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan dan harga yang tinggi menjadi daya tarik terbesar Negara-negara maju mengeksploitasi secara besar-besaran ikan sidat di Negara mereka. Eksploitasi yang besar-besaran mengakibatkan terjadinya over fishing (sulit mendapatkan sumber daya ikan) dan langka ditambah lagi teknologi reproduksi dan pemeliharaan larvanya belum berkembang dengan baik, sehingga dinegara-negara tersebut terjadi penurunan penangkapan dan produksi ikan tersebut.

2

Gambar 2. Grafik total penangkapan Glass eel dan sidat dewasa di jepang (anonym, 2000 dalam Ringuet, 2002)

Indonesia memiliki sedikitnya 6 jenis ikan sidat di wilayah perairannya diantaranya Anguilla marmorata, A. celebelencis, A. acentralis, A. borneensis, bicolor bicolor, serta bicolor pacifica (Affandi, 2005). Indonesia memiliki keanekaragaman sidat serta jumlah yang terbesar di Dunia, hal ini tentunya menjadi motivasi dan modal besar untuk dapat mengelola sumber daya tersebut dengan baik.

Tabel 2. Klasifikasi, zonasi dan distribusi geografi Ikan Sidat (Tomiyama and Hibya, 1977)

Peta distribusi sidat yang menggambarkan disepanjang laut dalam perairan Indonesia potensi Sidatnya cukup besar dan belum termanfaatkan secara optimal. Tentunya pemanfaatan sumber daya alam ini tetap memperhatikan lingkungan dan penguasaan teknologi reproduksi yang terus digali dan dipraktekkan sehingga ketersediaan ikan sidat di Indonesia dapat terus terjaga. Tentunya usaha tersebut membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah serta masyarakat untuk bisa mewujudkan kelestarian Sidat di Indonesia.

4

 Gambar sebaran ikan sidat di Indonesia (Rini, 2013)

Dari latar belakang tersebut tentunya menjadi peluang yang besar bagi Indonesia untuk dapat mengembangkan produksi budidaya ikan, maka kami PT. Laju Banyu Semesta (LABAS) membangun industri budidaya Sidat terpadu agar memberikan kontribusi terhadap produksi dan kelestarian Sidat di Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk membangun masyarakat Indonesia insyaAllah.