Jangan Biarkan Sejarah Terulang

Indonesia sudah merdeka kan yaa, sejarah mengatakan demikian, baik secara de facto maupun de jure. Yaa, walau kenyataannya masih banyak aspek yang bisa dibilang belum merdeka.

Tapi, please… jangan biarkan sejarah terulang.

Memang sejarah ini ga akan pernah ditemui di buku-buku sejarah baik di sekolah dasar maupun di menengah atas apa lagi di pesantren. Mana ada…

Sejarah apa sih?

Sejarah bahwa dulu sekali, sewaktu Negara kita masih dijajah sama bangsa Jepang. Konon, para penjajah itu menyebarluaskan isu bahwa di Indonesia ada ikan setan. Apa? Setan dalam versi mereka kan bertanduk ya, nah mereka menggosipkan ikan sidat ini sebagai ikan setan karena sirip pektoral di kepalanya. Sirip yang lebih sering dibilang kuping oleh masyarakat kita, makanya banyak yang menyebut sidat itu belut berkuping. Tapi sidat bukan belut yaa, kita bahas lain waktu. Versi lain mengatakan karena ikan ini mirip ular.

Sejarah Sidat
Sirip Ikan Sidat, Bukan Tanduk

Anyway, balik lagi ke sejarah. Nah, karena gencarnya isu ikan setan alhasil jadi lah nenek kakek kita yang termakan isu tersebut takut bahkan jadi mengeramatkan ikan setan ini.

Parahnya lagi, Mereka (Penjajah) juga menyuruh menyerahkan ikan ini kepada mereka jika ada yang menemukan. Mau dimusnahkan, katanya. Alih-alih dimusnahkan, yang ada malah jadi santapan. Jahat ya… Pembodohan, Penjajahan, Yaa namanya juga penjajah.

Sayangnya, mitos itu ga ikut angkat kaki bareng sama penyebarnya (penjajah Jepang) dari indonesia. Sampai detik ini, masih ada loh yang percaya isu itu. Sudah jadi tradisi dan adat juga sepertinya. Bapak saya salah satunya (sedih).

Beliau ogah makan sidat soalnya dikampung beliau memang ikan ini ga boleh dimakan. Walaupun menantunya petani sidat tulen. Pasokan sidat panggang dan olahan lainnya siap mengalir deras juga gratis. Kalau mau.

Padahal, kalau aja bangsa indonesia yang udah senior makan sidat dari dulu, terus anak cucu cicitnya dikasih makan sidat, mungkin indeks pembangunan manusia di negara kita saat ini bisa setara sama Jepang. Ketinggalan jauh boo. Aiih, ga boleh berandai-andai, qodarallaah.

Nah, karena itu, please… jangan biarkan sejarah terulang.

Tau gak sih? Di negara kita ini Jepang dan Korea sudah punya perusahaan besar untuk produksi ikan sidat. Dan benihnya mereka keruk dari laut Indonesia terus di ekspor ke negeranya sana. Aiiih, penjajahan terus berlanjut kan?

Jangan mau terus dijajah. Penjajahan secara implisit yang meninggalkan jejak nyata.

Makanya, jangan biarkan sejarah terulang.

Status ini kok jadi provokatif ya. Baiknya provokasiin #gemarikan aja

 

Sejarah Sidat
LABASAKI Sidat Panggang Citarasa Nasional
Sejarah Sidat
Tinggi Omega 3 & 6

Ayo gemar makan ikan agar sehat

Ayo gemar makan sidat agar sehat dan pintar


NOTE : 

Telp, SMS, Whatsapp 0816 1341 288

e-mail lajubanyusemesta@gmail.com

Facebook, Youtube Chanel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *