Kaleidoskop 2018

Tahun ini, PT. Labas telah menginjak usia ke-8 sejak pertama berdiri. Inilah kenangan perjalanan indah kami selama 2018 memelihara sidat, memperkenalkan bisnis ini melalui media, kelas online/pelatihan, menjalin persahabatan dengan (calon) mitra baru, dan berkolaborasi dengan instansi.

Q1 (Januari-Maret 2018)

Di kuarter pertama, agenda PT. Labas diawali kerjasama dengan Dinas KKP Sukabumi untuk kaji terap teknologi perikanan budidaya.

Pengunjung ke Labas juga datang silih berganti, mulai dari individu, instansi pemerintah, hingga instansi pendidikan. Jauh-jauh dari Sulawesi, Dinas Perikanan Kota Palopo berkunjung ke farm Labas di Bogor untuk mengembangkan sidat di sana.

Sedangkan dari instansi pendidikan, Kami menerima kunjungan Mahasiswa Universitas Budi Luhur (membawa serta adik-adik TK Aisyah sebagai bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat & wisata). Kami juga memberikan wawasan kepada Mahasiswa Budidaya Perairan Universitas Djuanda dan Institut Pertanian Bogor tentang pentingnya industrialisasi perikanan saat datang ke farm.

Baca: Berkunjung ke Labas

Adik-adik TK Aisyah serius mendengarkan cerita migrasi sidat

Beberapa media meliput Labas seperti TrobosAqua dan Program Trans7 “Laptop si Unyil” untuk memperkenalkan olahan sidat “LABASAKI”sebagai nutrisi anti pikun.

Syuting Program Si Unyil Trans7

Pelatihan Budidaya Sidat yang rutin dilaksanakan juga sudah mencapai angkatan ke 33.

Q2 (April-Juni 2018)

Kalau di kuarter pertama kami banyak menerima “tamu”di farm, maka kuarter kedua diwarnai “dakwah” kami di luar farm.

PT. Labas diwakili Bapak Angga Kurniawan berkesempatan bersanding dengan Direktur Perbenihan KKP Ir. Coco Cocarkin, M.Sc, Bapak Hardi Pitoyo (PT. Surya Windu Kartika), dan Bapak Ahmad Rizqi Akbar (CEO fintech @growpal) dalam rangka memotivasi mahasiswa untuk berkecimpung di usaha perikanan dari hulu-hilir pada acara IndoAquaSummit 2018.

Mengingat sumberdaya bibit sidat bergantung pada alam, maka kelestariannya harus dijaga. Bpk Deni Firmansyah dan Bpk. Farid Wiyardi terus menyampaikan hal ini, baik di kelas CEO Sekolah Tinggi Perikanan (STP) dan saat urun rembug Dewan Pakar Iktiologi.

Untuk pertama kalinya, olahan sidat kami Go-Internasional dengan menyajikannya ke pameran produk perikanan di Seoul, Korea Selatan. Kami juga mengadakan kelas budidaya online yang pertama melalui grup whatsapp.

Pengunjung pameran produk olahan sidat Labas (LABASAKI) di Seoul, Korea Selatan

Q3 (Juli-September 2018)

Pelatihan Budidaya Sidat terpadu tetap dilaksanakan seperti biasa. Tapi kali ini kami juga menambah kuliah budidaya Online melalui WhatsApp (kali kedua) dengan tema prospek pasar sidat.

Baca: Pelatihan Budidaya Sidat dan Kemitraan

Beberapa tamu istimewa juga berkunjung ke farm Labas seperti KKP dan calon pensiunan PT. Maybank. Kami juga menghadiri Expert Review Best Management Practices Budidaya Sidat di WWF Jakarta agar usaha ini terjaga kelestariannya.

Kami juga bekerjasama dengan dua instansi pendidikan untuk pengembangan sidat. Kerjasama pertama kami dengan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman untuk kegiatan magang dan penelitian mahasiswa. Kerjasama kedua kami dengan Poltek KP Karawang untuk percobaan pengolahan massal sidat.

Baca: Produk Olahan Sidat Labas (Labasaki)

Olahan sidat menjadi highlight kami pada kuarter ini. Dari mulai liputan oleh Trobos, Program Merajut Asa dan SiUnyil Trans 7 semuanya membahas tentang LABASAKI.

Q4 (Oktober-Desember 2018)

Menjelang akhir tahun, kami banyak melakukan projek pengadaan alat perikanan di berbagai instansi yang berlokasi di Tangerang, Sukabumi, dan Padang Pariaman.

Pemasangan kolam fibertank di Tangerang

Alhamdulillah, kami menutup tahun 2018 dengan syukur kepada Allah. Semoga tahun 2019 akan lebih baik lagi, lebih banyak program, dan kegiatan budidaya kami berjalan lancar. Amin!

Published by sidat labas

PT. Laju Banyu Semesta (LABAS) adalah perusahaan sidat terpadu yang bergerak di bidang budidaya, pengolahan, dan konsultan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *