KAMPUNG SIDAT

Goresan Tinta Sang Direktur

Catatan kecil, SANG BURUNG PIPIT

Aku adalah burung yang tidak dipedulikan lingkungan karena badanku kecil sehingga tidak mengenyangkan bila hendak dimakan, penampilanku sangat tidak istimewa sehingga tidak layak untuk dijadikan pelengkap hiasan disangkar-sangkar yang indah dan akupun tidak memiliki  kicauan istimewa serta tidak juga dikarunia suara merdu sehingga tak pantas ikut pentas prestasi apalagi berharap jadi sang juara.

kampung sidat

Untuk seekor Burung Pipit keinginan yang besar, cita-cita yang luhur hanya bisa diukir dalam mimpi-mimpi, ada beribu-ribu mimpi yang sudah kutulis didalam daun-daun muda, kemudian daun itu menjadi tua kemudian mengering dan kemudian jatuh melayang kebumi bersama mimpiku dan menjadi kenyataan….tetapi masih banyak mimpi-mimpiku yang masih tertulis didalam daun itu….dan aku menunggunya dengan penuh harap seiring belajar untuk bersabar…………..

Catatan mimpi-mimpi

  1. Membuat lingkungan semisal Kota Madinah Almukaromah, kota penuh barokah dengan Nama “Kampung Sidat”.
  2. Kampung sidat, alternatif lingkungan yang baik bagi orang yang berusaha keluar dari dunia gelap (dzulumat) kenegeri yang terang berderang penuh cahaya (nur), yang akan berhijrah dari keburukan kearah kebaikan, yang sedang mencari kebenaran (alhaq) serta menjauhi keburukan (albathil), yang berkeinginan menanggalkan pakaian kebodohan dan beganti alim (berilmu), yang berharap mampu merubah diri dari sebutan orang orang yang salah menjadi orang yang sholeh, yang memiliki cita-cita mulia yaitu orang yang sukses didunia dan akhirat…….pada saat ini apabila kita ingin melakukan kebaikan tidaklah mudah karena lingkungan yang ada sekarang kondisinya buruk, apabila kita punya istri dan anak perempuan yg berniat berpakaian syar’i (tebal tidak tipis, longgar tidak ketat, menutup aurat sekujur tubuhnya) maka sering terlontar dari mulut-mulut orang sekitar kita “kalau mau berpakaian seperti itu…berhijrahlah ke Mekah atau Madinah!”
  3. Kampung sidat, kampung mandiri idaman para penuntut ilmu (agama,teknologi,sosial ekonomi dll), disana agama bukan sekedar wacana yang tampak ada di awang-awang tetapi selain tersedia fasilitas belajar mesjid maupun sekolah sudah tampak juga agama dalam kehidupan sehari-hari. Disini ilmu dan teknologi bisa dilihat langsung dalam kehidupan para penduduknya (teknology mesin,listrik,biology,perikan,peternakan,pertanian,lingkungan dll)
  4. Kampung sidat, kampung baroqah dengan berbagai kemudahan dalam mendapatkan income sehingga bagi penduduknya uang bukan segalanya. Selain karena penduduk kampung sidat ini adalah berprofesi sebagai pengusaha sidat yang tercatat sebagai usaha primadona (high demand & high price….high profit), kampung sidat menjadi kampung wisata (wisata pendidikan, wisata spiritual, wisata kulinrer dll) sehingga sumber penghasilan penduduk sangat banyak dan bernilai tinggi….sehingga kampung sidat dikenal juga dengan sebutan “kampung Dirham”.
  5. Kampung sidat adalah kampung yang menjadi idola para remaja gaul penggila teknology yang selalu ingin menjadi yang terdepan dan tidak mau dibilang ketinggalan jaman karena penduduknya adalah smart people yang sudah biasa dengan smartphone bahkan disana sudah terpasang WiFi berkecepatan tinggi dan bisa diakses geratis oleh semua pengguna. bedanya dengan pengguna smartphone ditempat lain, para gadgeter dikampung sidat tidak terlalu disibukan untuk mencari sesuatu disitus atau aplikasi lainnya karena sudah memiliki acara yang dibutuhkannya (agama, pendidikan, usaha, fashion, hiburan dll) dengan menonton siaran televisi  di Kampung sidat-TV yang bisa ditonton melalui smartphonnya, karena itu kampung sidat biasa dipanggil juga smart city.
  6. Kampung sidat adalah kampung yang sangat cocok sebagai kampung transit terakhir dalam rangka menunggu antrian untuk mendapat tiket menuju alam barjah. Disana sudah tersedia fasilitas sarana dan prasarana untuk memudahkan penduduknya untuk mengisi kantong-kantong amal sebagai bekal perjalanan menuju akhirat. Disana dipenuhi orang-orang sholeh yang harum yang akan menjadikan wangi orang-orang yang berdekat-dekat dengannya dan akan membuat tentram hati orang-orang yang berhubungan dengannya.
  7. Kampung sidat adalah kampung idaman orang-orang yang berharap ridho Alloh dan orang-orang berkhidmat untuk berlepas diri dari cengkraman syaithon yang penuh dengan tipu dayanya. Kampung sidat membuat hati orang-orang yang beriman tentram dan membuat hati para musuh bergetar karena risau.
  8. Kampung sidat menjadi cikal bakal perubahan peradaban kearah kebaikan.

kampung sidat

kampung sidat

 

(Deni Firmansyah, disunting dari catatan tgl 01 januari 2008)

#SilahkanShareDenganMenekanIconSosialMediaDibawah-ini 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *