Cara Memilih Lokasi Budidaya Sidat (Part 3-End)

Pada sajian kali ini kita coba tuntaskan pembahasan terkait pemilihan lokasi. Tentunya kami juga akan berikan trik dan tips jitu agar sidaters serta labasers dapat dengan mudah mendapatkan lokasi yang representatif recommended.

Aspek yg tidak kalah penting dalam pembahasan kali ini adalah aspek sosial legalitas

008655300_1411703434-a5Aspek sosial yg dimaksud adalah kondisi masyarakat disekitar lokasi, kultur dan budaya mereka serta kebiasaan mereka juga jadi aspek penilaian yang dianalisis. Sebagai sebuah contoh disuatu daerah masyarakatnya sebagian besar pengangguran, tingkat kriminalitas cukup tinggi (rawan konflik, pencurian, dll) maka daerah tersebut tidak representatif untuk dijadikan lokasi karena memiliki resiko tindakan kriminal sangat tinggi, Setiap masa panen selalu kurang dikarenakan yang panen bukan hanya pemilik tapi juga masyarakat (hama orang lebih sulit mengatasinya dibandingkan hama penyakit, hehe…)

Lokasi yang tidak memiliki pontensi bermasalah dengan masyarakat lah yang layak menjadi pilihan. Bahkan keberadaan kegiatan bisnis perikanan dapat memajukan masyarakat sekitar dengan adanya karyawan yang bekerja serta mitra yang bergabung dalam bisnis tersebut (seperti yang alhamdulillah sudah kami lakukan cc sidatlabas.com)

Selain aspek sosial seperti penjabaran di atas, ada pula aspek legalitas. Aspek ini berkaitan dengan peruntukan lahan tersebut, tentunya sesuai dengan rencana tata kota diwilayah setempat. Contoh kasusnya seperti ini, sebut saja nama daerahnya A disana sesuai dengan rencana tata kota akan dijadikan wilayah industri. Maka dengan melihat rencana peruntukannya tempat tersebut tidak layak karena kemungkinan suatu saat nanti kegiatan kita memiliki potensi akan digusur.

Tips dan trik yang dapat dilakukan untuk memilih lokasi adalah LIHAT DAERAH tersebut apakah masyarakat disana banyak dilakukan kegiatan budidaya perikanan atau tidak. Bila iya, maka dapat kita katakan lokasi tersebut adalah kawasan perikanan sehingga sangat representatif untuk kegiatan agribisnis perikanan (aquaculture business)

Semoga sajian kali ini dapat menambah khazanah aquaculture knowledge sidaters

Ikuti terus sajian kami yang renyah mudah dan applicable insya Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *