KARENA IBU, AKU MENCARINYA

Seorang anak menjemput dan mengantarkan ibunya ke dokter untuk memeriksakan kondisi dan keadaan ibunya yang merasa kurang sehat, informasi sebelumnya sang ibu merasa sakit dipersendian disertai lemas dan kurang bertenaga.

Sampailah mereka berdua di tempat dokter praktek tersebut, panggilan pun terdengar memanggil nama sang ibu setelah mengantri beberapa saat…. mereka pun masuk menuju ruang dokter. Dokterpun menyambut dengan ramah, “Apa yang dirasakan ibu…? Sudah berapa lama …? Umur ibu sudah berapa…?”

Tanpa berfikir lama langsung dijawab agar memudahkan diagnosa, “ini dok rasa merasa lemas lalu seperti kurang bertenaga, persendian juga terasa sakit saya rasakan pusing juga dok, umur saya sudah 70 tahunan dok….”

Baik ibu coba kita periksa, sambil memeriksa sang dokter pun memberikan diagnosa awalnya, ibu sudah cukup lanjut yah tapi alhamdulillah masih bersemangat… sebenernya hal yang wajar ibu merasakan hal yang seperti ini karena diusia ibu yang sudah 70 tahun sel sangat lambat melakukan regenerasi, lalu fungsi-fungsi organ juga mulai melemah sehingga menimbulkan hal-hal yang ibu rasakan sekarang.

ibu copy

Ooo begitu ya dok, obat pun tidak sembarangan kami bisa berikan agar tidak menimbulkan efek samping yang kurang baik bu… “saya lebih sarankan ibu mengkonsumsi makanan dan suplemen untuk membantu tubuh menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik.”

Sang anakpun langsung merespon, “kira-kira makanan apa ya dok yang harus ibu saya konsumsi…?” dengan nada yang penasaran dan bersemangat mendengarkan jawaban sang dokter agar ibunya bisa sehat.

“Kalau bapak bisa usahakan coba cari ikan yang bentuknya panjang seperi belut…”. Sang ibu bingung awalnya, anaknya langsung menimpali “Ikan sidat bukan dok…?”

“Saya juga kurang tahu namanya, yang pasti kandungan Gizinya sangat baik untuk kesehatan manusia baik anak-anak sampai manula, tinggi omega 3, 6, vitamin dan mineral lengkap, albumin, kolagen dll.”

Baik dok,saya akan carikan ikan itu untuk ibu saya insyaAllah

Langsung si anak mencarikan ikan tersebut untuk ibunya, ternyata ada yang mengolahnya dalam bentuk panggang. Diberikannya ke ibunya, bu ini sidat panggang… harapannya besar agar ibu memakannya dan kembali pulih.

“Ibu kurang cocok ikan yang diolah seperti itu, ibukan orang indonesia suka yang khas yang bumbu rempah-rempahnya terasa..”

“Dia cari ikan sidat yang diolah dengan bumbu khas…”

Singkat cerita akhirnya dia dapatkan olahan sidat yang dipepes didaerah bogor, langsung saja dia pesan dan minta diantarkan…

Mudah-mudahan cocok sesuai dengan selera ibunya

“Bu, coba ikan sidat ini bumbu pepes lhoo….”

Mana ada yang dipepes diresto jepang kan dipanggang…hehe iya bu yang cocok untuk ibu kan yang resep indo jadi saya carikan coba ya bu

Sang ibu juga penasaran dengan berita yang dikabarkan anaknya, apa benar pepes sidat ada…? apa bener enak…?

pepes

Dihangatkan 10-15 menit lalu ia coba dengan nasi hangat

“Wahhh…..(setengah ga percaya), pepes sidatnya nyaman dimulut… yang kayak gini ibu suka.”

Mantap alhamdulillah sang anakpun senang dan beliau mengkonsumsinya hingga sekarang… Alhamdulillah, masalah yang dirasakan tubuhnya pun berangsur angsur hilang.

Terjawab juga petunjuk dokter dan alasan ikan sidat sangat diminati dikonsumsi di Negara-negara maju.

Sudah itu dulu saja, silahkan sruput tehnya Labaser dan Sidater…

www.sidatlabas.com

Facebook Sidat Labas

Instagram @Labassidat

Youtube Sidat Labas/Labas TV

”’Search diwaze/google map”’

 PT Laju Banyu Semesta Better Eel for Better Life