Pemeliharaan Sidat di Kolam Air Deras

Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh

Salam sejahtera untuk kita

sidatPada kesempatan kali ini kami akan coba berbagi pengalaman serta memberikan inspirasi bagi labaser dan sidater di seluruh penjuru dunia berkaitan dengan sistem yang mungkin menjadi pilihan bagi sidater yang memiliki sumber daya air yang cukup melimpah.

Sebelum kita masuk pada ulasan inti, maka kita harus tahu pengertian dari sistem menurut kamus besar bahasa indonesia agar bisa sama-sama memahami dan tentunya tidak salah dalam memahami apa yang akan kami bahas.

Sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Bila kita sandingkan dengan Running Water maka menjadi sistem Running Water atau masyarakat Indonesia menyebutnya sistem kolam air deras.

Sistem air deras ini memungkinkan unsur air secara kontinu mengalir ke dalam wadah budidaya sidat selama 24 jam dengan debit tertentu. Sehingga air dalam wadah pemeliharaan sidat berganti sesuai dengan jumlah debit air yang masuk melalui inlet(air yang masuk ke kolam).

Alhamdulillah sekarang sudah mulai paham ya, apa itu sistem flow through wah ko beda istilah lagi?????

Secara umum flow through sama dengan running water hanya penyebutan istilah saja yang berbeda…tenang stay cool ya…

sidatSistem flow through memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan sistem stagnan atau air tergenang saja, diantaranya apabila sumber air yang masuk melalui inlet kaya akan oksigen maka akan berdampak positif terhadap kandungan serta suplai oksigen ke dalam wadah pemeliharaan sidat.

Dengan kata lain cost untuk meningkatkan oksigen bisa kita minimalisir, wah alhamdulillah bisa lebih hemat….

Efeknya apa bila oksigen meningkat, ya tentunya kepadatan ikan juga bisa ditingkatkan sehingga kapasitas produksi juga bisa meningkat…

Selain itu dengan sistem air deras air kotor akan selalu terganti setiap saat, jadi tidak lama dalam wadah pemeliharaan sidat. Tapi ingatnya labaser & sidater dengan catatan air sumbernya baik kualitasnya. Apabila sumber airnya buruk maka air yang masuk juga buruk, nah ini tentunya akan membahayakan ikan sidat yang labaser pelihara.

Sumber daya air yang masih cukup baik biasanya didapatkan dari sumber air sungai di daerah pegunungan dan sumber mata air. Kedua tempat tersebut sangat memungkinkan untuk dikembangkan sistem pemeliharaan sidat Flow Through atau Running Water.

Hal yang perlu diingat adalah tempat-tempat potensial tersebut bertebaran di bumi pertiwi yang sekarang anda berada di dalamnya ….ya betul INDONESIA

So tunggu apalagi gunakan sumber daya alam yang Allah anugerahkan ini dengan baik, jangan cuma hanya jadi CERITA POTENSI!!!!

Alhamdulillah begitu lah kira-kira pembahasan singkat kami pada kamis pagi yang cerah ini. Semoga semakin menambah pundi-pundi ilmu perikanan khususnya dalam sistem pemeliharaan sidat.

Bogor, 21 Januari 2016

Think Locally but Act Globally