Sidat adalah komoditas yang memiliki nilai tinggi sekitar 12-15 US $ / kg sidat  hidup dan lebih disukai pasar internasional (Ringuet 2002). Produksi sidat dunia pada tahun 2000 mencapai 200.000 ton senilai US $ 300 juta, dan pada tahun 2010 mencapai 250.000 ton (FAO 2013). Sidat impor Jepang pada tahun 1999 berjumlah 65 ton dan meningkat pada tahun 2001 menjadi 85 ton (Ringuet 2002). Ini tentu saja bukti bahwa sidat adalah komoditas ekspor yang berpotensi menguntungkan.

pic1

Gambar 1. Kiri atas: Anguilla japonica dari Jepang, kiri bawah: Anguilla marmorata Sulawesi, kanan: peternak Anguilla marmorata pernah tertangkap.

Negara-negara seperti Jepang, Korea, Cina, Hong Kong, Jerman, Italia, dan Amerika adalah konsumen sidat sehingga potensi komoditas ekspor sidat sangat tinggi (Affandi 2005). Nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan dan harga tinggi menjadi daya tarik terbesar bagi negara-negara maju memanfaatkan sidat di negara mereka. Eksploitasi besar-besaran yang menyebabkan penangkapan ikan berlebih (sulit mendapatkan sumber daya ikan), pemeliharaan bibit glass eel yang langka, dan teknologi reproduksi belum berkembang dengan baik, menyebabkan penurunan tangkapan air dan produksi ikan di negara-negara tersebut.

2

Figure 2. Grafik hasil tangkapan total Glass eel dan sidat dewasa di Jepang (Anonim, 2000 di Ringuet, 2002)

Indonesia memiliki setidaknya 6 spesies sidat teritorial yang ada di perairan, yaitu Anguilla marmorata, A. celebelencis, A. acentralis, A. borneensis, bicolor bicolor, dan bicolor pacifica (Affandi, 2005). Indonesia memiliki keragaman sidat serta jumlah terbesar di dunia, tentu saja merupakan motivasi dan modal besar untuk dapat mengelola sumber daya ini dengan baik.

Table 2. Klasifikasi, zonasi dan distribusi geografis sidat (Tomiyama dan Hibya, 1977)

Potensi sidat cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Tentunya pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan serta penguasaan teknologi reproduksi terus digali dan dipraktekkan sehingga ketersediaan sidat di Indonesia dapat terjaga. Tentunya upaya ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan keberlanjutan sidat Indonesia.

4

 Distribusi sidat di Indonesia (Rini, 2013)

Menangkap potensi peluang besar bagi Indonesia untuk dapat mengembangkan produksi budidaya ikan sidat, maka kami PT. LAJU BANYU SEMESTA (LABAS) membangun industri budidaya ikan sidat terintegrasi yang berkontribusi terhadap produksi dan pelestarian sidat di Indonesia, yang akan digunakan untuk membangun masyarakat Indonesia. Insya Allah.

Sidat memiliki rasa yang enak dan kandungan nutrisi yang tinggi. Suitha (2008) menyatakan daging sidat mengandung vitamin A, EPA, dan DHA cukup tinggi dibandingkan dengan bahan makanan lainnya (Lihat Tabel 1).

Table 1. Kandungan Gizi Ikan Sidat (Suitha 2008)

Bahan Makanan Kandungan Vitamin A (IU/100 g) Kandungan EPA (mg/100 g) Kandungan DHA (mg/100 g)
Daging ikan sidat 4.700 1337 742
Hati ikan sidat 15.000
Sarden 60 250 250
Mentega 1900
Telur ayam 670 163-830 74-343
Ikan salmon 1 820 492
Ikan tenggiri 2,6 748 409

Kandungan DHA & EPA Ikan Sidat

Kandungan EPA dan DHA dalam makanan merupakan nutrisi yang sangat baik dalam proses perkembangan anak, terutama perkembangan otak. Manfaat DHA termasuk membantu pertumbuhan otak dan serabut saraf dan fungsi visual dalam 6 bulan pertama kehidupan. Pada orang dewasa, DHA juga membantu otak dalam hal kemampuan belajar. Selain itu, DHA bermanfaat dalam mengurangi risiko penyakit jantung. Manfaat lain dari DHA adalah mencegah akumulasi plak di dinding pembuluh darah oleh lemak jahat, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Selain itu, DHA juga membantu mencegah kanker dan memperlambat proses penuaan (Tasse, 2010). Tentu saja, hal tersebut akan berdampak positif pada anak-anak yang diberi asupan makanan ikan sidat, yang diharapkan dapat menumbuhkan anak-anak cerdas yang akan melanjutkan perjuangan untuk membangun negara muslim terbesar di dunia. Penelitian kedokteran moderen menemukan bahwa kandungan vitamin dan mikronutrien dalam ikan sidat sangat tinggi, di antaranya:

1). vitamin B1, 25 kali lipat susu sapi

2). vitamin B2, 5 kali lipat susu sapi

3). vitamin A, 45 kali lipat susu sapi,

4). kandungan zinc (emas otak) 9 kali lipat susu sapi.

1. Mengandung berbagai asam lemak tak jenuh yang tinggi yang tak ada pada hewan lainnya, sehingga dapat merupakan makanan utama yang memenuhi nafsu makan manusia, tanpa perlu kuatir badan akan menjadi gemuk. Rasa ikan sidat harum dan enak.

2. Disebut sebagai “ginseng air”, fungsinya dalam memperpanjang umur dan melawan kelemahan dan penuaan tak ternilai. Sidat memiliki kandungan nutrisi protein, karbohidrat, serta omega 3 yang tinggi. Sehingga menguatkan fungsi otak dan memperlambat terjadinya kepikunan. Ikan sidat mempunyai kandungan asam lemak Omega 3 tinggi, yakni sekitar 10,9 gram per 100 gram. Omega 3 ini dipercaya mampu meningkatkan fungsi mental, memori, dan konsentrasi manusia. Zat yang banyak terdapat dalam lemak sidat ini juga terbukti mampu mengobati depresi, gejala penyakit kejiwaan atau schizophrenia. Mengkonsumsi ikan sidat dapat mengatur imunitas tubuh manusia, sebagai anti oksidan, menghilankan racun tubuh, serta memperlambat penuaan.

3. Teknologi menemukan bahwa daya hidup ikan sidat yang ajaib bersumber dari tulang sum-sumnya yang besar dan kuat. Penelitian modern menunjukkan bahwa tulang sum-sum ikan sidat mengadung beratus-ratus jenis zat bergizi, gizi dan nilai farmakologinya yang istimewa telah mendapat perhatian yang luas dari para pakar.

4. Sudah banyak terbukti, mengkonsumsi ikan sidat secara teratur dapat mendorong terbentuknya lemak fosfat dan perkembangan otak besar, bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat. Juga memperbaiki sikulasi kapiler, mempertahankan tekanan darah normal, mengobati pembuluh darah otak.

5. Banyak orang merasakan manfaat mengkonsumsi ikan sidat untuk penyakit rabun jauh, rabun dekat, glukoma dan penyakit mata kering di sebabkan karena mata terlalu lelah.

6. Minyak Ikan sidat dibuat dari ekstrak sum-sum ikan sidat segar, mengandung tiga jenis nutrient penting yaitu: asam lemak omega 3 (DHA & EPA) , Phospholipids dan antioksidan Vitamin E.

(Dari berbagai sumber).

1. Pengadaan air
Tanpa mengenal musim, baik hujan maupun kemarau, sumber air di tempat usaha kami selalu berlimpah. Air yang kami gunakan sebagai media pembesaran ikan berasal dari mata air alami sehingga di musim apapun kebutuhan kami selalu tercukupi. Air dari mata air tersebut disalurkan ke dua cabang yaitu menuju ke bak pembesaran ikan dan lainnya dialirkan ke filter menggunakan pompa hydram.

Filter yang kami gunakan pun bertahap, mulai dari tahap filterisasi kasar, filterisasi halus, sampai filter biologi.  Tempat usaha kami sangat efisien dalam penggunaan air karena usaha kami tidak menggunakan sumur sumur bor maupun air PAM melainkan hanya menggunakan sumber air yang sudah ada di alam sekitar.

DSC_5902 

2.Fase Pemeliharaan

Pemeliharaan ikan dimulai dari fase glass eel dengan jenis Anguilla bicolor yang kami tangkap dari wilayah pantai selatan, mulai dari daerah Pelabuhan Ratu hingga Jampang Kulon. Jenis lainnya yaitu Anguila marmorata dari Sulawesi yang ditangkap di Palu, Manado, dan sekitarnya. Proses budidaya glass eel sampai elver dilakukan dalam ruangan/indoor. Kebersihan sangat diperhatikan di perusahaan kami sehingga sebelum memasuki ruangan budidaya, setiap pekerja harus melakukan sterilisasi terhadap peralatan yang mereka gunakan.

DSC_6136

Pembudidayaan ikan sidat ukuran glass eel dilakukan di akuarium dengan sistem resirkulasi. Sistem resirkulasi adalah sistem akuarium dimana di dalam akuarium tersebut terdapat pompa, filter fisik, filter kimia dan filter biologi. Air akan dipompa dari akuarium ke filter dan dialirkan kembali ke akuarium dengan kondisi air yang dijernihkan dan diperkaya dengan oksigen. Kualitas air kan di cek setiap 2 kali dalam sehari. Tujuan sistem ini adalah untuk menjaga kualitas air dalam keadaan optimal.

Baca: Sistem Filter Modern

a. Pemeliharaan Glass Eel

vlcsnap-2015-01-31-10h20m18s82

Pemberian pakan artemia diberikan pada usia 1-3 hari, selanjutnya bloodworm/cacing darah hingga usia 10 hari, lalu pakan buatan seperti pellet/pasta setelah glass eel mampu beradaptasi dengan pakan buatan. Setelah mencapai usia mencapai 15 hari, glass eel akan diberi pakan buatan yang hingga sampai ukuran 2 gr atau disebut elver.

Ikuti: Virtual Farm Tour PT. Labas

b. Pemeliharaan Elver & Fingerling
Ikan dengan ukuran elver akan ditempatkan di bak khusus dengan sistem filter yang sama namun lebih baik. Selain filter-filter yang sebelumnya ada pada akuarium glass eel, bak pemeliharaan elver akan ditambah dengan pancaran sinar ultraviolet sebagai disinfektan. Pakan yang digunakan untuk ikan ukuran elver yang berada di round tank adalah pasta dan pelet. Pakan ini akan menjadi pakan transisi dari worm ke pellet.

Baca: Pakan Sidat Labas

DSC_5958 (Copy)

Pemeliharaan lanjutan elver akandilakukan di bak khusus, yang dinamakan round tank dengan diameter 1.5m. Pada bak ini, sistem resirkulasi akan dilakukan secara simultan yaitu 1 sistem resirkulasi untuk 4 bak round tank. Pada tahap ini ikan dinamakan fingerling yaitu ukuran ikan dengan berat 10-20 gr. Pakan yang digunakan adalah pellet dengan ukuran 1 mm. Ikan akan dipelihara dengan cara tersebut selama 5-6 bulan sampai ikan berukuran 30gr sebelum dipindahkan ke kolam pembesaran yang ada di luar ruangan.

Baca: Pemeliharaan Sidat Fase Fingerling

Tertarik membudidayakan sidat? Ayo cari caranya di sini.