3-Penyakit-Ikan-Sidat-yang-Sering-Melanda-(Beserta-Penanganannya)

3 Penyakit Ikan Sidat yang Sering Melanda (Beserta Penanganannya)

 

Penyakit adalah salah satu faktor yang dapat menghambat kegiatan budidaya ikan sidat.

Sistem budidaya yang sehat akan tercapai apabila hubungan antar faktor-faktor biotik dan abiotik di lingkungan perairan seperti organisme budidaya, patogen, dan lingkungan dalam kondisi seimbang.

Sementara, ketidakseimbangan di antara salah satu faktor tersebut dapat menyebabkan penyakit.

Dalam kegiatan budidaya ikan sidat, terdapat 3 Penyakit Ikan Sidat yang Sering Melanda.

Penting untuk pembudidaya ketahui dan hindari.

Namun, sebelum masuk pada bahasan mengenai tiga penyakit tersebut, ketahui dahulu penjelasan penyakit ikan secara umum.

Pengertian Penyakit Ikan

 

3 Penyakit Ikan Sidat yang Sering Melanda

Sumber: pixabay.com

Penyakit ikan adalah kondisi yang menunjukkan adanya suatu kelainan (abnormalitas) dari ciri-ciri ikan yang normal, serta terjadi penurunan fungsi-fungsi fisiologis pada ikan.

Penyakit menyebabkan kerugian pada populasi budidaya dan kerugian materi pada pembudidaya.

Baca juga : Aklimatisasi Benih Ikan Sidat Dahulu, Sebelum Terjadi Kerugian

Berdasarkan sifat penyebabnya, penyakit dibagi menjadi dua :

1. Penyakit Infeksius (berpotensi menular)

 

3 Penyakit Ikan Sidat yang Sering Melanda Penyakit Infeksius

Sumber: pixabay.com

Ada tiga faktor penyebab penyakit infeksius, yaitu kehadiran patogen di lingkungan, daya tahan tubuh ikan yang rendah, dan lingkungan budidaya yang mendukung terjadinya penyakit.

Patogen yang biasanya menyerang adalah virus, bakteri, parasit, dan fungi.

2. Penyakit Non Infeksius

 

3 Penyakit Sidat yang Sering Melanda Penyakit Non Infeksius

Sumber: pixabay.com

Penyebab penyakit non infeksius antara lain faktor genetik atau keturunan, kekurangan nutrisi, dan imunodefisiensi.

Baca juga : 6 Kandungan dan Manfaat Ikan Sidat, Dari Bikin Pintar Hingga Panjang Umur

Gejala Ikan Sakit

Secara umum, ikan yang sakit akan menunjukkan gejala seperti kelainan (abnormalitas) seperti :

 1. Respon refleks

 2. Warna dan performa tubuh

 3. Tingkah laku

4. Organ dalam

 

3 Penyakit pada Ikan Sidat

 1. Busuk Insang (Gill Rot) dan busuk sirip (Fin Rot)

 

3 Penyakit Sidat yang Sering Melanda Finrot

Sumber: Yildzi et al. dalam Wulandari et al. 2015

Penyebab penyakit busuk insang atau busuk sirip adalah bakteri Aeromonas sp.

Ikan sidat yang terserang penyakit ini menunjukkan gejala kurang nafsu makan, gerakan tidak teratur, berenang tidak normal, dan sering muncul ke permukaan. 

Selain itu, penyakit ini menyebabkan terjadinya pendarahan hingga borok pada tubuh ikan seperti insang, sirip, dan perut ikan.

Baca juga : Cermati 5 Ciri Benih Ikan Sidat yang Baik untuk Budidaya

 2. Bintik Putih (White Spot Disease)

 

3 Penyakit Sidat yang Sering Melanda Whitespot

Sumber: Joyce et al. 2020

Protozoa Ichtyophthirius multifilis merupakan patogen penyebab penyakit ini. Penyakit white spot menimbulkan bintik-bintik putih pada tubuh ikan sidat.

Gejala lain yang timbul adalah sidat sering menggosok-gosokkan tubuhnya ke dinding atau dasar kolam, sidat tampak lesu, dan berenang tidak normal.

White spot dapat menyebabkan kematian apabila menyerang lapisan lendir kulit, insang, dan sirip dalam kondisi yang semakin memburuk.

Kematian terjadi karena fungsi mekanisme tubuh sidat terhambat.

 3. Saprolegniasis

 

3 Penyakit Sidat yang Sering Melanda Saprolegniasis

Sumber: sciencedirect.com

Penyakit ini disebabkan oleh fungi (jamur) Saprolegnia sp. Saprolegniasis menyebabkan tubuh ikan sidat seperti dilapisi oleh benang-benang halus berwarna putih hingga kecokelatan.

Organ yang sering terserang Saprolegnia sp. antara lain kulit, sirip, dan insang. Hati-hati apabila fungi telah menutupi insang sidat, resiko kematian tinggi.

Kematian dapat terjadi setelah 1 – 2 minggu pasca serangan.

 

Penanganan Penyakit Ikan Sidat

 

3 Penyakit Sidat yang Sering Melanda Manajemen Kualitas Air

Sumber: flickr.com

Salah satu solusi untuk menangani penyakit tersebut adalah dengan memperbaiki kualitas air budidaya.

Kualitas air adalah faktor penting dalam budidaya, menurunnya kualitas air dapat terjadi akibat banyaknya kandungan amoniak pada air budidaya.

Kualitas air dapat diperbaiki dengan cara menggunakan sistem resirkulasi dan menambahkan probiotik pada air budidaya.

Tidak hanya menanggulangi kadar amoniak berlebih pada air, probiotik juga berfungsi untuk mengurangi resiko ikan sidat terserang penyakit, serta masih banyak manfaat lainnya.

Kegiatan budidaya ikan sidat di Labas Farm sangat memperhatikan kualitas air dari setiap wadah budidaya. Untuk memperbaiki kualitas air pun Sidat Labas berupaya semaksimal mungkin agar tetap terjaga.

Sidat Labas menggunakan probiotik air yang sudah dibuktikan telah mereduksi amoniak dalam air dan menjaga kualitas air tetap terjaga untuk ikan sidat.

Kalian bisa dapatkan probiotik yang Sidat Labas gunakan dengan mudah di sini

Ingin Tahu Rahasia Jitu Budidaya Ikan Sidat agar Auto Cuan? Download Ebook Gratis Sekarang

Ebook Cara Budidaya Ikan Sidat Gratis

Baca juga : Mau Usaha Ikan Sidat? 4 Segmentasi Usaha Ini Bisa Jadi Pilihan Anda