Mengenal Anguilla australis Anguilla australis adalah sidat beriklim sedang yang banyak ditemukan di Selandia Baru dan Australia. Menurut Watanabe et al. (2010), spesies ini juga dijumpai di Australia timur, Tasmania, Pulau Norfolk, Pulau Lord Howe, Kaledonia Baru dan pulau-pulau Chatham. Spesies ini merupakan spesies yang jumlah populasinya stabil di berbagai negara.

Tiap spesies ikan sidat memiliki ciri yang berbeda-beda. Mulai dari warna, ukuran tubuh, panjang sirip, dan habitatnya pun beragam. Lalu bagaimana cara Mengenal Anguilla australis? Yuk simak!

Morfologi Anguilla australis

Mengenal Anguilla australis
Sumber: FishofAustralia.net.au

Anguilla australis memiliki nama latin short-finned eel yang berarti sidat bersirip pendek. Dikatakan demikian karena memiliki ciri-ciri tubuhnya yang panjang seperti ular, berbentuk tabung kasar, dan memiliki kepala yang kecil. Sirip punggung (dorsal) dan sirip dubur (anal) memiliki panjang yang sama.

Memiliki warna yang sangat bervariasi, yaitu berwarna hijau zaitun dan berwarna keemasan/kekuningan. Bagian bawah tubuhnya berwarna pucat dan terkadang berwarna keperakan serta memiliki sirip yang kehijauan.

Pada saat dewasa, Anguilla australis bisa tumbuh hingga panjangnya mencapai 90 cm – 110 cm dengan berat maksimum 3 kg. Ikan sidat jantan cenderung memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan ikan sidat betina.

Baca Juga: Anguilla Bengalensis, Sidat Bintik Asal India yang Hampir Punah

Persebaran dan Habitat Anguilla australis

Peta Australia
Sumber: Unsplas.co

Dikatakan bahwa ikan sidat species ini memiliki persebaran yang sangat luas secara longitudinal. Anguilla australis juga diyakini melakukan pemijahan di lautan tropis. Larva Anguilla australis juga diketahui ditemukan di laut Fiji Selatan hingga barat laut Australia.

Seperti ikan sidat pada umumnya, spesies ini juga melakukan migrasi dari perairan tawar menuju laut dan kembali lagi ke perairan tawar. Anguilla australis banyak ditemukan di periaran dataran rendah seperti rawa, muara, hilir sungai, dan daerah aliran sungai yang kecepatan airnya lebih lambat. Spesies ini juga ditemukan di perairan yang tenang seperti danau, pesisir, dan laguna.

Ancaman Anguilla australis

Mengenal Anguilla australis
Sumber: Unsplash.com

Diidentifikasi bahwa seluruh wilayah khususnya Australia dan Selandia Baru berpotensi memberikan ancaman bagi Anguilla australis dalam melakukan migrasi. Ancaman yang dapat mempengaruhi migrasi tersebut meliputi perubahan iklim, hilangnya atau adanya modifikasi habitat, dan adanya polusi.

Suhu lingkungan yang semakin tinggi akibat adanya perubahan iklim juga memliki efek negatif pada proses perekrutan Anguilla australis pada fase glass eel. Diketahui bahwa suhu optimal Anguilla australis pada fase glass eel dalam melakukan migrasi ke hulu adalah 16,5 °C. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Agustus dan Hicks (2008), pada fase ini, migrasi Anguilla australis hampir sepenuhnya terhambat oleh suhu yang berkisar antara 12-20 °C.

Ancaman juga datang dari manusia. Kegiatan eksploitasi ikan sidat sirip pendek betina yang belum dewasa juga dapat mengakibatkan rasio jenis kelamin spesies ini tidak seimbang.

Mengapa kebanyakan ikan betina yang banyak di eksploitasi? Hal ini dikarenakan kebanyakan ikan sidat sirip pendek jantan sudah melakukan migrasi sebelum mencapai ukuran tangkap minimum yaitu 220 gram (berdasarkan pelaksanaan penangkapan di seluruh wilayah Selandia Baru).

Budidaya Anguilla australis

Mengenal Anguilla Australis
Sumber: FishesofAustralia.net.au

Pengelolaan ikan sidat termasuk spesies Anguilla australis dilakukan dengan perlindungan undang-undang khusus untuk masing-masing negara bagian yang menerapkan kontroling alat tangkap yang digunakan, tahapan riwayat hidup ikan yang dipanen, dan akses spatio temporal ke daerah pemangkapan.

Adapun Undang-Undang Perikanan Selandia Baru 1996 mensyaratkan bahwa Total Tangkapan yang Diperbolehkan dan Total Tangkapan Komersil yang Diizinkan ditetapkan untuk menyediakan pemanfaatan dengan memastikan keberlanjutan; nelayan tidak boleh memelihara belut yang lebih kecil dari 220 gram, atau belut yang lebih besar dari 4 kg. Penggunaan rekreasi juga diatur dengan batas tas 6 belut per hari. Penggunaan yang dilakukan oleh Maori (penduduk lokal) diatur oleh wali Maori dan hanya untuk konsumsi lokal.

Perlu diketahui bahwa ikan sidat sirip pendek merupakan makanan yang penting di konsumsi dan merupakan tradisi lama di banyak negara Pasifik, termasuk Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Nah bagaimana menurut kalian mengenaik spesies ini, unik bukan? kalian bisa mendapatkan informasi menarik lainnya seputar ikan sidat hanya di Sidatlabas!

Baca Juga: 5 Fakta Unik Ikan Sidat Yang Wajib Kamu Ketahui