Mengenal Ikan Sidat yang Mendunia – Ikan sidat merupakan salah satu komoditas unggul lokal yang berhasil menembus pasar dunia. Ikan sidat memang tidak begitu populer di Indonesia, lebih tepatnya belum populer. Namun di Asia Timur, khususnya di Negeri Sakura, ikan sidat ini sangat diminati penduduknya. Banyak orang percaya ikan sidat mampu meningkatkan kecerdasan dan juga makanan yang dapat memperpanjang umur manusia.

Sidat di Jepang

Di Jepang, ikan sidat menjadi hidangan yang mereka sebut sebagai Unagi. Masyarakat negeri matahari terbit ini sering mengonsumsinya dengan cara membakar, kukus maupun menggoreng ikan sidat. Contoh sajiannya ialah Unagi Donburi atau biasa menyebutnya sebagai sidat bakar yang dimakan dengan nasi pada musim panas. Satu porsi unagi donburi bisa mencapai 3.000 Yen atau setara 4 juta rupiah.

Source: Unsplash.com

Morfologi Sidat

Ikan sidat memiliki ciri morfologi seperti belut, hanya saja ikan sidat ini lebih membutuhkan kualitas air yang lebih baik daripada belut. Perairan Indonesia menjadi tempat yang cocok sebagai lokasi berkembang biaknya ikan sidat yang memiliki nama latin Anguilla spp. Secara kasat mata, tubuh ikan sidat terlihat seperti tidak bersisik, namun sebenarnya pada sidat terdapat sisik kecil memanjang dan terdapat lendir yang tebal. Dari mulut sampai ekornya berwarna keperakan dengan sisi ventral berwarna kuning keperakan hingga bagian perut dan putih pada bagian perutnya. Sirip ikan sidat berwarna keemasan, iris keemasan dengan abu-abu pada sekelilingnya, dan pupil berwarna hitam.

Sumber: GrettyImages

Baca Juga: Anguilla Bengalensis, Sidat Bintik Asal India yang Hampir Punah

Baca Juga: Mengenal Anguilla Australis : Sidat Bersirip Pendek dari Pasifik

Jenis Sidat

Terdapat 7 jenis ikan sidat yang ada di Indonesia dari total 18 jenis yang ada di dunia. Dari 7 jenis ikan sidat, terdapat 2 jenis yang potensial dan memiliki daya jual tinggi yaitu Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata. Ikan sidat merupakan ikan yang unik sebab ikan ini mampu hidup dalam air tawar, air payau dan air payau di sepanjang proses kehidupannya. Dalam siklus reproduksi, ikan ini masuk dalam golongan ikan katadromus yaitu akan memijah di laut dalam. Ketika telur menjadi larva dan bermetamorfosis sebagai glass eel, barulah ikan ini akan beruaya ke muara sungai untuk mencari makan. Glass eel akan berubah menjadi yellow eel lalu mengalami metamorfosis menjadi silver eel yang akhirnya akan bermigrasi dari air payau ke air tawar.

Ikan Sidat termasuk hewan semelparous yaitu memijah sekali seumur hidup dan akan mati setelah memijah. Hal tersebut karena Ikan sidat menggunakan seluruh tenaganya untuk reproduksi. Ikan ini termasuk hewan karnivora dengan pakan alami berupa plankton, kutu air dan cacing sutra. Seperti yang diketahui, ikan sidat aktif di malam hari sehingga pemberian pakan untuk kegiatan budidaya tentu lebih efektif dilakukan pada waktu tersebut.

Kandungan Sidat

Ikan Sidat memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan bersaing dengan ikan salmon. Kandungan energi pada ikan sidat bisa mencapai 270 kkal/100 g, kandungan vitamin A rata-rata 4700 IU/100 g. Dengan kandungan tersebut, membuat ikan sidat memiliki kandungan lebih baik daripada telur ayam dan susu sapi. Daripada ikan salmon, sidat lebih banyak mengandung Decosahexaenoic acid (DHA) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 820 mg/100 gram. Kandungan tersebut merupakan kandungan yang baik untuk pertumbuhan anak. Sidat juga memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram atau tenggiri 409 mg/100 gram.

Nah, itu dia pembahasan singkat mengenai ikan sidat yang belum banyak orang tahu. Informasi lainnya mengenai ikan sidat dan cara budidayanya bisa Anda lihat di channel youtube Sidat Labas Official.

Lihat Channel Youtube Sidat Labas Official  

Baca Juga : 6 Perbedaan Ikan Sidat dan Belut yang banyak orang belum Tahu!