Misteri Ikan Sidat – Indonesia adalah salah satu negara pemasok ikan sidat terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan ikan sidat merupakan salah satu ikan dengan populasi terbanyak di Indonesia. Di Indonesia dapat ditemukan 7 jenis Ikan Sidat dari 18 jenis yang ada di dunia. Spesiesnya yaitu Ikan Sidat dengan sirip dorsal pendek (Anguilla bicolor dan Anguilla bicolor pacifica), dan 5 spesies Ikan Sidat dengan dorsal panjang (Anguilla borneensis, Anguilla marmorata, Anguilla celebensensis, Anguilla megastoma dan Anguilla interioris).

Tidak jarang masyarakat daerah di Indonesia yang hidup berdampingan dengan ikan ini. Bahkan di habitat aslinya, ikan sidat dapat dijumpai dengan ukuran raksasa. Seperti yang ditemukan pada wilayah Indonesia bagian timur seperti Papua, Ambon, Maluku.

Ikan sidat sangat populer di negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, dan Taiwan. Bahkan, khusus di Jepang, Sidat menjadi santapan favorit warganya dan dikenal dengan sebutan Unagi. Ikan sidat juga sangat diburu oleh negara maju karena kandungan gizinya yang berlimpah. Namun, masyarakat Indonesia justru banyak yang belum pernah mengkonsumsi ikan sidat.

Mengapa demikian?

Ternyata, salah satu penyebabnya adalah masyarakat Indonesia masih banyak yang mempercayai mitos mengenai ikan sidat dan cenderung enggan untuk menangkap bahkan mengkonsumsinya.

Mitos Ikan Sidat yang Berkembang di Masyarakat

okan sidat
Source: dislautkan.jogjaprov.go.id

Ikan sidat merupakan salah satu hewan yang keberadaannya penuh misteri bagi sebagian masyarakat daerah di Indonesia. Misalnya, di daerah Gunung Kidul, ikan sidat kerap ditemukan di sungai-sungai yang bermuara ke laut. Biasanya ikan sidat berada di luweng-luweng atau sungai bawah tanah. Masyarakat sekitar percaya bahwa ikan sidat adalah ikan penunggu dari sungai tersebut. Di sisi lain, hal ini memiliki manfaat sebagai bentuk konservasi karena sidat juga dipercaya mampu meningkatkan debit air sungai bawah tanah dengan cara membuat lubang-lubang di antara bebatuan gua.

Di wilayah Maluku, ikan sidat dikenal sebagai ikan siluman atau hewan gaib yang disucikan. Hal tersebut membuat mayoritas masyarakat setempat enggan untuk menangkap dan menjadikannya ikan konsumsi. Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, keberadaan ikan ini di sungai sering kali menghilang dan muncul kembali dalam kurun waktu yang cukup lama. Bahkan beberapa golongan masyarakat sering kali mengunjungi sungai untuk melihat ikan sidat secara langsung. Sungai yang menjadi habitat alami ikan sidat juga sering kali dijadikan objek wisata oleh masyarakat setempat dan mejadikan ikan ini sebagai ikon utama.

Hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan baru bagi sebagian orang. Apakah benar ikan sidat benar-benar menghilang dari sungai? Apakah ikan sidat benar-benar gaib?

Mari kita bahas! Fenomena tersebut ternyata dapat dijelaskan secara ilmiah lho!

Sifat Unik Ikan Sidat yang Belum Banyak Diketahui

batu sungai
Source : istockphoto.com

Berdasarkan hasil penelitian, ikan sidat merupakan salah satu ikan yang mempunyai sifat hidupnya di air tawar dan bermigrasi ke laut untuk memijah atau biasa disebut dengan katadromus. Saat dewasa, ikan ini akan bermigrasi ke laut untuk melakukan pemijahan, sedangkan anakan ikan sidat hasil pemijahan akan kembali lagi ke perairan tawar hingga mencapai dewasa.

Menarik bukan?

Berdasarkan penjelasan ilmiah tersebut, dapat disimpulkan bahwa ikan sidat bukanlah ikan yang bisa menghilang begitu saja dari perairan, tetapi menyelam ke dasar sungai paling dalam untuk selanjutnya melakukan migrasi ke laut untuk memijah. Waktu yang tepat sidat untuk melakukan pemijahan secara ilmiah adalah saat sidat berada pada fase dewasa atau saat ikan sidat berusia 3-5 tahun.

Informasi lainnya mengenai Ikan Sidat bisa dilihat dichannel Youtube kami.

Lihat Channel Youtube Sidat Labas Official  

Baca Juga : 6 Perbedaan Ikan Sidat dan Belut yang banyak orang belum Tahu!